Islamabad, MINA – Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, kembali mengintensifkan langkah diplomasi di tengah masih belum pastinya putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang rencananya akan digelar di Islamabad.
Pada hari Senin (20/4), Dar melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam pembicaraan tersebut, Dar menekankan pentingnya keterlibatan dan dialog yang berkelanjutan untuk menyelesaikan berbagai isu yang masih tersisa.
Demikian disampaikan oleh Kantor Luar Negeri Pakistan melalui unggahan di akun X resmi mereka.
Dalam pernyataannya, Kantor Luar Negeri Pakistan mengonfirmasi bahwa selama panggilan telepon tersebut, Dar menekankan perlunya dialog yang terus-menerus serta keterlibatan sejak dini guna menyelesaikan masalah yang belum tuntas. Pakistan Today melaporkan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
“Tujuannya adalah untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Kedua menteri sepakat untuk tetap menjalin komunikasi erat ke depannya. Sementara itu, pihak Iran dalam pernyataan terpisah mengatakan bahwa kedua menteri juga membahas perkembangan regional serta berbagai hal terkait gencatan senjata, serta bertukar pandangan mengenai koordinasi yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyampaikan apresiasinya atas “peran konstruktif” Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington. Hal itu disampaikan Wong dalam panggilan telepon terpisah dengan Ishaq Dar.
Menurut keterangan Kantor Luar Negeri Pakistan, Wong memuji komitmen berkelanjutan Pakistan dalam mendorong keterlibatan diplomatik.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
“Dia memuji peran diplomatik Pakistan yang terus-menerus dalam mendorong keterlibatan,” tulis pernyataan tersebut.
Kedua menteri juga menyatakan keprihatinan atas dampak luas terhadap ekonomi global, khususnya bagi negara-negara berkembang, serta menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara damai.
Saat ini, Islamabad sedang bersiap menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat. Hal ini menyusul konfirmasi dari Washington bahwa delegasi tingkat tinggi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan tiba di Pakistan.
Pakistan telah muncul sebagai fasilitator utama dalam jalur diplomasi yang sensitif ini, memposisikan diri sebagai “perantara yang jujur” di tengah perbedaan posisi yang tajam antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Meskipun putaran pertama pembicaraan mengungkap sejumlah ketidaksepakatan mendalam terkait sanksi, keamanan maritim, dan pengaruh regional, para pejabat menyatakan bahwa kedua belah pihak tetap membuka saluran komunikasi. Hal ini terjadi meskipun retorika publik di kedua kubu semakin mengeras menjelang tahap pembicaraan berikutnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
















Mina Indonesia
Mina Arabic