Ramallah, MINA – Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina menyerukan Palang Merah Internasional (ICRC) untuk mengambil sikap tegas terhadap keputusan Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir yang melarang kunjungan ke tahanan Palestina.
Kepala Komisi, Ra’ed Abul-Homs, dalam pernyataan yang dikutip Sabtu (8/8), menyatakan keputusan Ben Gvir mencerminkan upaya berkelanjutan untuk mengisolasi tahanan Palestina dari dunia luar dengan menolak kunjungan keluarga serta kelompok hak asasi dan kemanusiaan.
Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai “pengabaian terhadap lembaga internasional dan PBB.”
Abul-Homs mendesak Palang Merah dan badan-badan kemanusiaan untuk secara terbuka mengecam pelanggaran Israel terhadap tahanan Palestina.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Larangan kunjungan ke tahanan Palestina telah diberlakukan secara berkala oleh otoritas penjara Israel sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, yang dikenal sebagai tokoh sayap kanan ekstrem, secara teratur memperbarui larangan ini dengan alasan keamanan, meskipun kritikus menilai langkah tersebut sebagai bentuk hukuman kolektif terhadap tahanan dan keluarga mereka.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic