Istanbul, MINA – Kota Istanbul, Turki, menyaksikan sambutan meriah bagi para aktivis konvoi darat Armada Ketahanan Global (Global Resilience Flotilla) setelah pembebasan mereka oleh pihak berwenang di Libya timur.
Dalam upacara tersebut, para peserta menyampaikan tekad mereka untuk terus melakukan aksi dan menyampaikan pesan tegas tentang perlunya memecahkan kebisuan internasional terhadap kejahatan di Jalur Gaza. Jaridah Al-Quds melaporkan, Rabu (24/6).
Para aktivis juga menekankan pentingnya melanjutkan inisiatif rakyat untuk memberikan bantuan kepada rakyat Palestina.
Para pembicara dalam acara tersebut menegaskan, jalan menuju keadilan pada akhirnya akan menang, tidak peduli sebesar apa pun tantangan di lapangan maupun politik.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Mereka menyatakan tidak akan tinggal diam menghadapi blokade dan kelaparan yang menimpa rakyat Gaza, serta menyerukan persiapan segera untuk armada dan konvoi yang lebih besar guna memobilisasi dukungan global hingga Palestina meraih kebebasan penuh.
“Misi kami adalah memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Gaza, dan memberi tahu dunia bahwa kami akan terus mematahkan blokade ilegal melalui darat dan laut,” ujar salah satu pembicara.
Aktivis Polandia, Laura, menyoroti penderitaan tahanan Palestina di penjara pendudukan. Ia mengungkapkan bahwa ribuan orang berada di balik jeruji besi, termasuk setidaknya 400 anak-anak.
Ia menekankan, penahanan dan pelecehan yang dialami para aktivis tidak sebanding dengan penderitaan sehari-hari yang dialami warga Palestina di bawah pendudukan dan penangkapan sewenang-wenang.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Para aktivis juga mengisahkan hambatan yang mereka hadapi di wilayah Libya. Sumber melaporkan bahwa mereka dilecehkan dan ditahan oleh pasukan yang berafiliasi dengan pensiunan Jenderal Khalifa Haftar di wilayah timur.
Amnesty International sebelumnya turun tangan menuntut pembebasan segera 10 aktivis yang ditangkap di pos pemeriksaan keamanan dekat Sirte.
Menurut laporan hak asasi manusia, para aktivis dipindahkan ke kota Benghazi dan ditahan di lokasi rahasia tanpa akses ke keluarga atau perwakilan hukum. Upaya diplomatik dan hak asasi manusia akhirnya berhasil mengamankan pembebasan mereka dan memungkinkan mereka melanjutkan perjalanan ke Turki.
Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya pernah dicegat oleh angkatan laut Israel saat mencoba mencapai pantai Gaza. Saat itu, armada terdiri dari sekitar 428 aktivis dari 44 negara, yang berlayar dengan 50 kapal dalam upaya simbolis dan praktis untuk mematahkan blokade laut serta mengirimkan pasokan medis dan makanan kepada penduduk Gaza yang terblokade. []
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic