Ramallah, MINA – Dua warga Palestina terluka dalam serangan pemukim Israel di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki pada Ahad (11/10), sementara sejumlah wanita Palestina yang sedang memanen zaitun ditahan dalam insiden terpisah yang melibatkan pemukim dan pasukan Israel.
Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan bahwa tim mereka membawa dua warga Palestina ke rumah sakit setelah mereka dipukuli oleh para pemukim di kota Far’ata, sebelah timur Qalqilya. Middle East Monitor melaporkan.
Dalam insiden terpisah, organisasi hak asasi manusia Palestina, Al-Baydar, melaporkan bahwa pemukim dan tentara Israel menahan sejumlah wanita Palestina saat mereka sedang memanen zaitun di sebelah barat Salfit.
Organisasi tersebut menyatakan insiden itu terjadi di tengah meningkatnya kesulitan yang dihadapi petani Palestina selama musim panen zaitun, termasuk pembatasan dan serangan yang menghalangi mereka menjangkau lahan pertanian dan memanen hasil tanaman mereka.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Al-Baydar menyerukan langkah-langkah untuk memastikan para petani dapat mengakses lahan mereka, memanen zaitun dengan aman, serta mendapatkan perlindungan dari serangan.
Sebelumnya pada Ahad, lima wanita Palestina, termasuk seorang wanita lanjut usia, mengalami gangguan akibat menghirup gas air mata di desa Yatma, sebelah selatan Nablus, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.
WAFA melaporkan bahwa para wanita tersebut diseratng pasukan Israel yang memasuki lahan pertanian tempat warga Palestina sedang memanen zaitun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic