New York, MINA – Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia menyatakan, serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) di Venezuela telah berdampak buruk terhadap rasa aman komunitas global. Hal itu melemahkan prinsip fundamental hukum internasional dan memperbesar risiko konflik di masa depan.
Dalam pernyataannya, juru bicara PBB, Ravina Shamdasani menekankan bahwa penggunaan kekuatan untuk menggulingkan pemerintahan negara lain merupakan pelanggaran terhadap aturan yang melindungi kedaulatan dan kemerdekaan politik negara-negara berdaulat.
Shamdasani mengungkapkan bahwa langkah itu menyebabkan setiap negara menjadi lebih rentan terhadap ancaman keamanan global. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (7/1).
PBB menyebutkan, operasi militer AS yang terjadi pada akhir pekan lalu telah membuat Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dijatuhkan dan digantikan sementara oleh Wakil Presiden negara itu.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Langkah ini, menurut PBB, bukan hanya mencederai prinsip non-intervensi, tetapi juga memberikan “sinyal berbahaya” bahwa negara-negara kuat dapat melakukan tindakan sepihak tanpa konsekuensi.
Pernyataan dari PBB itu juga mengingatkan bahwa stabilitas jangka panjang Venezuela harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri. PBB mengkhawatirkan bahwa ketidakstabilan politik dan militerisasi yang makin berkembang justru dapat memperburuk situasi hak asasi manusia di negara Amerika Latin tersebut, bukan memperbaikinya.
Reaksi dari komunitas internasional terhadap operasi militer AS ini beragam. Sejumlah negara mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara yang lain menyerukan agar pbb/">Dewan Keamanan PBB mengambil langkah tegas untuk mengatasi implikasi keamanan yang lebih luas akibat insiden itu.
Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan politik antara kedua negara. Pemerintah AS menuding pemerintahan Nicolás Maduro terlibat dalam kegiatan kriminal termasuk narkotrafik, yang kemudian digunakan sebagai dasar bagi operasi militer tersebut.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Namun, komunitas internasional menilai tindakan itu mencederai Piagam PBB dan melemahkan tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi fondasi bagi perdamaian dan keamanan global. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic