Berlin, MINA – Jürgen Hardt, pakar kebijakan luar negeri dari partai berkuasa Jerman, Christian Democratic Union (CDU), mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir.
Seruan ini menyusul pernyataan Ben-Gvir yang menyerukan peningkatan serangan terhadap Jalur Gaza serta pembunuhan warga Palestina tanpa kecuali.
Dalam komentarnya kepada Politico, Selasa (18/8), Hardt menyatakan bahwa pernyataan Ben-Gvir yang “tidak manusiawi” itu patut dikecam. Ia mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir, seraya mengatakan langkah tersebut akan menunjukkan komitmen terhadap perlindungan martabat dan hak asasi manusia.
Hardt mengkritik keberadaan Ben-Gvir dalam pemerintahan Israel dan berharap pemilihan umum Knesset yang dijadwalkan pada bulan Oktober akan menghasilkan pemerintahan yang tidak melibatkan Ben-Gvir maupun Menteri Keuangan sayap kanan, Bezalel Smotrich.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Sementara itu, Dietmar Bartsch, anggota parlemen dari Partai Kiri (Die Linke) Jerman sekaligus anggota Kelompok Persahabatan Parlemen Jerman-Israel, turut menyerukan sanksi terhadap Ben-Gvir dan mengecam pernyataannya.
Ia menilai pernyataan yang disampaikan oleh seorang menteri pemerintah tersebut mencerminkan sikap yang “tragis dan tidak manusiawi.”
Bartsch mendesak pemerintah Jerman dan Uni Eropa untuk mengecam keras pernyataan Ben-Gvir serta mempertimbangkan penerapan sanksi terhadapnya, termasuk larangan memasuki wilayah Eropa.
Pada Senin, Ben-Gvir menyerukan peningkatan serangan udara Israel ke Jalur Gaza dan pembunuhan terhadap 30 hingga 40 warga Palestina setiap malam tanpa kecuali. Ia juga kembali menyerukan pembangunan kembali permukiman di Jalur Gaza serta pengusiran penduduknya. []
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic