Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemukim Yahudi Israel Tingkatkan Seruan Pendudukan Lebanon Selatan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - 16 detik yang lalu

16 detik yang lalu

0 Views

Ilustrasi: Pemukim Yahudi Israel melakukan serangan di bawah pengawalan tentara Israel. (Foto: Breaking the Silence/X)

Beirut, MINA – Seruan semakin meningkat di kalangan pemukim Yahudi di Palestina utara yang diduduki untuk perluasan operasi militer Israel ke Lebanon selatan, dengan seruan terbuka untuk aneksasi dan pengusiran penduduk setempat.

Al-Mayadeen di Beirut melaporkan pada Selasa (14/4), menurut laporan The Intercept, para pemukim di permukiman Netu’a, yang dibangun di atas tanah Desa Dayr al-Qassi dan al-Mansura yang telah dikosongkan secara paksa, telah menyatakan dukungannya terhadap pendudukan lebih jauh ke utara ke wilayah Lebanon.

“Saya ingin menduduki,” kata Eyal Adom, seorang pemukim Yahudi di Netu’a, kepada media tersebut. “Ya, menduduki, kata yang tidak disukai siapa pun. Saya ingin menduduki Lebanon selatan. Pindahkan semua orang Arab dari sana, sampai ke Sungai Litani.”

Pernyataan-pernyataan ini muncul di tengah konfrontasi yang sedang berlangsung di Lebanon selatan, di mana Perlawanan Lebanon terus mencegah pasukan pendudukan Israel (IOF) untuk maju dan membangun kendali atas wilayah perbatasan.

Baca Juga: Bocoran Pejabat: Pembicaraan AS-Iran Masih Didiskusikan

Beberapa pemukim Yahudi yang diwawancarai menunjukkan bahwa nasib penduduk di Lebanon selatan bukanlah masalah dan menganggap perebutan lahan sebagai tujuan utama.

“Satu-satunya motivasi orang Arab untuk berhenti berperang adalah jika Anda mengambil tanah mereka,” kata Adom. “Anda membunuh mereka, tidak masalah. Anda melukai mereka, tidak masalah. Tidak ada yang penting. Hanya merebut wilayah.”

Setidaknya tujuh pemukim Yahudi mengatakan kepada The Intercept bahwa mereka memandang depopulasi Lebanon selatan sebagai hal yang diperlukan untuk mengamankan keberadaan mereka sendiri, memperkuat narasi yang berpusat pada penggusuran dan perluasan wilayah.

Oranit Manasseh, pemukim lainnya, menyatakan bahwa ia berharap IOF akan “mengosongkan penduduk selatan, menyingkirkan Hezbollah, dan mencegah teroris masuk.”

Baca Juga: Respon Ancaman AS atas Selat Hormuz, Haouthi Yaman Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb

Seruan ini menyusul serangan “Rabu Hitam”, sebuah eskalasi di mana pasukan Israel melancarkan lebih dari 100 serangan udara di seluruh Lebanon dalam 10 menit, menargetkan daerah sipil.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, jumlah korban sementara dari serangan tersebut mencapai sekitar 357 orang tewas dan 1.223 orang terluka. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Bentrokan di Lebanon: 1 Tentara Israel Tewas, 3 Terluka

Rekomendasi untuk Anda