Tel Aviv, MINA – Ratusan pendukung Partai Yashar pimpinan tokoh oposisi Gadi Eisenkot bersorak dan mengibarkan bendera di markas partai di Tel Aviv, Selasa (27/10) malam. Mereka merayakan hasil exit poll pemilu Israel yang sempat menempatkan blok oposisi unggul tipis atas kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Exit poll tiga stasiun televisi utama Israel memproyeksikan blok Eisenkot meraih 52–53 kursi dan blok Netanyahu 50 kursi. Eisenkot, mantan kepala staf militer Israel, menyebut hasil itu sebagai tanda hilangnya kepercayaan publik terhadap Netanyahu dan berjanji berupaya menggantikan pemerintahannya.
Namun, sejumlah lembaga penyiaran lain justru menempatkan blok Netanyahu di depan, sehingga gambaran awal belum pasti.
Gambaran itu berubah saat penghitungan suara berjalan. Menurut data Komisi Pemilihan Pusat yang dikutip The Times of Israel, Rabu (28/10), dengan lebih dari 85 persen suara terhitung, blok Netanyahu memperoleh 53 kursi, blok Eisenkot 48 kursi, dan partai-partai Arab 19 kursi.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Haaretz melaporkan Likud menjadi partai terbesar dengan 26 kursi, disusul Yashar 21 kursi.
Dengan mayoritas parlemen memerlukan minimal 61 dari 120 kursi Knesset, belum ada kubu yang mampu membentuk pemerintahan sendiri. Posisi partai-partai Arab, termasuk Ra’am dan Joint List, kini diperkirakan penting dalam perundingan koalisi. Hasil resmi diperkirakan baru diumumkan setelah seluruh suara dihitung.
Pemilu ini merupakan yang pertama di Israel sejak serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan perang di Jalur Gaza.
Presiden Isaac Herzog mengimbau seluruh partai bersikap terbuka dalam pembicaraan koalisi agar Israel tidak kembali menggelar pemilu. Netanyahu tetap menjabat perdana menteri sementara hingga pemerintahan baru terbentuk. []
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic