Dhaka, 10 Safar 1436/3 Desember 2014 (MINA)– Sebuah pengadilan Bangladesh, Selasa (2/12) menjatuhkan hukuman kepada wartawan Inggris, David Bergman yang menulis artikel tentang korban tewas tiga juta jiwa saat perang kemerdekaan negara Bangladesh 1971.
Hakim pengadilan memutuskan bahwa blog dan dua artikel yang ditulis oleh David Bergman “melukai perasaan bangsa” dan harus membayar 5.000 taka (Rp. 786.500) atau masuk penjara selama sepekan.
“Kebebasan berekspresi dapat dilakukan dengan niat baik dan untuk kepentingan umum,” kata ketua hakim, Obaidul Hassan saat menyampaikan putusannya di Ibukota Dhaka, seperti dilaporkan Saudi Gazette yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Rabu.
Sementara itu, Pengadilan Kriminal Internasional meminta pemerintah untuk menyelidiki laporan Bergman.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
Pengacara Bergman berpendapat bahwa posting blog-nya adalah “akurat, adil, dan logis” dan komentarnya tentang pengadilan “tetap berada dalam batas-batasan yang diijinkan dalam kritik yang adil.”
Bergman merupakan editor bahasa Inggris harian lokal New Age. Ia menetap di Bangladesh selama lebih dari satu dekade. Ia menikah dengan seorang pengacara HAM disana.
Wartawan 49 tahun ini juga menulis untuk Inggris Daily Telegraph. Dia adalah bagian dari tim yang membuat film yang mengekspos dugaan penjahat perang Bangladesh yang mengungsi di Inggris.
Film ini memenangkan penghargaan televisi Inggris pada 1995. (T/P010/R03)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Korea Selatan Gelar Aksi Berbaring di Jalan di Depan Kedutaan Israel

















Mina Indonesia
Mina Arabic