Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pentagon Masukkan Alibaba, Baidu, dan BYD ke Daftar Perusahaan yang Dukung Militer China

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 9 Juni 2026 - 08:39 WIB

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:39 WIB

22 Views ㅤ

Juru bicara Pentagon Patrick Ryder. (Foto: dok. AA)

Washington, MINA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali memperluas daftar perusahaan China yang dituduh memiliki keterkaitan dengan militer negara tersebut dengan memasukkan raksasa teknologi Alibaba, Baidu, serta produsen kendaraan listrik BYD.

Langkah itu diumumkan dalam pembaruan daftar perusahaan yang dinilai mendukung kepentingan militer Beijing. Anadolu melaporkan, Selasa (9/6).

Menurut Pentagon, perusahaan-perusahaan tersebut masuk dalam daftar yang dikenal sebagai “Chinese Military Companies List” berdasarkan dugaan keterlibatan dalam strategi integrasi sipil-militer China.

Selain Alibaba, Baidu, dan BYD, sejumlah perusahaan lain seperti produsen chip memori serta perusahaan robotika juga ikut ditambahkan dalam daftar terbaru tersebut.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pencantuman dalam daftar itu tidak otomatis berarti sanksi ekonomi, namun menjadi sinyal kuat bagi lembaga pemerintah dan pelaku bisnis Amerika untuk membatasi hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Mulai tahun ini, perusahaan yang masuk daftar tersebut juga menghadapi pembatasan dalam kontrak langsung dengan Pentagon, sementara larangan pengadaan tidak langsung akan diperluas dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Pemerintah China menolak tuduhan tersebut dan menilai langkah Washington sebagai bentuk diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan China.

Kedutaan Besar China di Amerika Serikat mendesak pemerintah AS menghentikan penggunaan alasan keamanan nasional untuk menekan dan menghambat perkembangan perusahaan China di pasar global.

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Keputusan terbaru Pentagon menambah panjang daftar perusahaan China yang menjadi sasaran pengawasan Washington di tengah meningkatnya rivalitas strategis antara kedua negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan besar seperti Tencent, CATL, Huawei, dan DJI juga menghadapi pembatasan serupa karena dianggap memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China.

Meski hubungan diplomatik kedua negara masih berlangsung, langkah Pentagon menunjukkan bahwa isu keamanan nasional tetap menjadi faktor dominan dalam kebijakan Washington terhadap Beijing. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demonstrasi di New Jersey Protes Ekspor Senjata ke Israel

Rekomendasi untuk Anda