Washington, MINA – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) kembali memperluas daftar perusahaan China yang dituduh memiliki keterkaitan dengan militer negara tersebut dengan memasukkan raksasa teknologi Alibaba, Baidu, serta produsen kendaraan listrik BYD.
Langkah itu diumumkan dalam pembaruan daftar perusahaan yang dinilai mendukung kepentingan militer Beijing. Anadolu melaporkan, Selasa (9/6).
Menurut Pentagon, perusahaan-perusahaan tersebut masuk dalam daftar yang dikenal sebagai “Chinese Military Companies List” berdasarkan dugaan keterlibatan dalam strategi integrasi sipil-militer China.
Selain Alibaba, Baidu, dan BYD, sejumlah perusahaan lain seperti produsen chip memori serta perusahaan robotika juga ikut ditambahkan dalam daftar terbaru tersebut.
Baca Juga: Tiket Konser Free Palestina Macklemore Ludes Terjual, Dukungan Kepada Palestina Meningkat
Pencantuman dalam daftar itu tidak otomatis berarti sanksi ekonomi, namun menjadi sinyal kuat bagi lembaga pemerintah dan pelaku bisnis Amerika untuk membatasi hubungan dengan perusahaan-perusahaan yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.
Mulai tahun ini, perusahaan yang masuk daftar tersebut juga menghadapi pembatasan dalam kontrak langsung dengan Pentagon, sementara larangan pengadaan tidak langsung akan diperluas dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Pemerintah China menolak tuduhan tersebut dan menilai langkah Washington sebagai bentuk diskriminasi terhadap perusahaan-perusahaan China.
Kedutaan Besar China di Amerika Serikat mendesak pemerintah AS menghentikan penggunaan alasan keamanan nasional untuk menekan dan menghambat perkembangan perusahaan China di pasar global.
Baca Juga: Senat AS Gagalkan Resolusi Penyelidikan Kematian 9 Warga AS di Tepi Barat
Keputusan terbaru Pentagon menambah panjang daftar perusahaan China yang menjadi sasaran pengawasan Washington di tengah meningkatnya rivalitas strategis antara kedua negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan besar seperti Tencent, CATL, Huawei, dan DJI juga menghadapi pembatasan serupa karena dianggap memiliki hubungan dengan sektor pertahanan China.
Meski hubungan diplomatik kedua negara masih berlangsung, langkah Pentagon menunjukkan bahwa isu keamanan nasional tetap menjadi faktor dominan dalam kebijakan Washington terhadap Beijing. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Guterres Peringatkan Mandat UNRWA Terancam, Jutaan Pengungsi Palestina dalam Bahaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic