Pernyataan Jama’ah Muslimin (Hizbullah): Serangan Zionis Israel Brutal

Jakarta, MINA – Sehubungan dengan terjadinya penyerangan Israel terhada Gaza yang dimulai dengan pembunuhan Bahaa Abul Al Ataa dan istrinya serta melukai anak-anak mereka pada 11 November 2109.

Terjadi lebih dari 70 serangan udara dan 30 serangan tank serta mengakibatkan korban jiwa lebih dari 30 orang di antaranya anak-anak dan kaum wanita serta ratusan luka-luka.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) pada Jumat (15/11) bersama ini menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Pertama. Kami mengutuk keras serangan Zionis Israel yang nyata-nyata diarahkan kepada target-target sipil sehingga menimbulkan kehancuran yang dahsyat terhadap perumahan, lahan pertanian dan peternakan ayam, taman-taman kota dan pantai serta berbagai fasilitas publik di seluruh Jalur Gaza.

Kedua. Kami menuntut Zionis Israel menghentikan semua serangan dan menarik mundur pasukannya dari perbatasan Jalur Gaza.

Zionis Israel masih saja menzalimi warga Gaza dengan mesin-mesin militer yang canggih berskala besar.

Serangan tersebut adalah kezaliman dan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan serta dapat menjadi ancaman terhadap perdamaian dunia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Israel adalah negara teroris yang paling nyata.

Ketiga. Selanjutnya, kami pun menghimbau agar warga dunia terutama negara-negara yang peduli dengan penegakan hukum, perdamaian dunia dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) untuk segera mengambil tindakan hukum.

Keempat. Untuk menyeret para petinggi Israel ke Mahkamah Internasional dan menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan pelanggaran paling besar sepanjang sejarah peradaban modern.

Kelima. Kami pun menghimbau kepada segenap warga dunia untuk segera menghimpun bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan warga Palestina terutama anak-anak dan kaum wanita yang mendadak menjadi tunawisma karena kehilangan tempat tinggal dan semua harta milik mereka.

Keenam. Kepada Pemerintah Republik Indonesia, kami menghimbau agar melaksanakan fungsi dalam kedudukannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan pemimpin Gerakan Non-Blok untuk mengambil inisiatif guna menekan Israel untuk menghentikan kejahatannya.

Ketujuh. Kepada warga Palestina terutama yang menjadi korban serangan kami mengajak untuk bersabar dan meneruskan perjuangan menuntut hak/kebernaran yang dilindungi tidak saja oleh hukum Internasional namun lebih dari itu diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Taala Tuhan Penguasa Semesta Raya.

Yang terakhir kepada kaum muslimin di mana saja berada, kami menghimbau untuk tetap fokus mengikuti, memperhatikan dan membela hak-hak sesama muslim yang terzalimi serta aktif ikut serta mengambil tindakan yang nyata dalam menolong mereka dan tidak henti-hentinya mendoakan untuk keselamatan seluruh muslimin maupun umat manusia sedunia. (L/Gun/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)