Paris, MINA – Keputusan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melancarkan serangan terhadap Iran menuai kritik tajam dari tokoh sayap kanan Prancis Pemimpin sayap kanan dari partai National Rally (RN) Marine Le Pen. Ia menyebut serangan ke Iran sebagai blunder politik yang serius.
Langkah militer ini dinilai tidak hanya memperburuk stabilitas di kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu eskalasi global yang sulit dikendalikan oleh negara-negara Barat lainnya. MEMO melaporkan, Jumat (27/3).
Kritik ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam di daratan Eropa mengenai dampak domino dari kebijakan luar negeri Washington yang agresif terhadap Teheran. Serangan tersebut justru memperlemah posisi tawar diplomasi internasional dan menutup pintu dialog yang selama ini diupayakan oleh berbagai mediator untuk mencapai solusi damai yang berkelanjutan.
Situasi di kawasan semakin memanas seiring dengan respon Iran yang menjanjikan tindakan balasan setimpal terhadap target-target strategis. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya gangguan pada jalur perdagangan energi global, khususnya di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi distribusi minyak dunia yang sangat krusial bagi perekonomian banyak negara, termasuk negara-negara di Uni Eropa.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Selain dampak keamanan, serangan itu dianggap mengabaikan suara komunitas internasional yang sebagian besar menuntut adanya penahanan diri dari semua pihak yang bertikai.
Di tengah ketegangan yang meningkat, muncul desakan agar organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa segera mengambil langkah konkret untuk mencegah konfrontasi bersenjata yang lebih merusak di masa depan.
Konteks ketegangan ini juga tidak terlepas dari dinamika politik internal di Amerika Serikat, di mana kebijakan luar negeri seringkali menjadi instrumen kampanye yang berdampak luas bagi keamanan dunia.
Kritikan dari tokoh politik Eropa ini menjadi sinyal bahwa dukungan terhadap langkah militer AS di Timur Tengah tidak lagi bersifat absolut dan mulai mendapatkan tantangan dari sekutu tradisional mereka sendiri.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Kesalahan langkah dalam menangani krisis Iran-AS ini diharapkan menjadi pelajaran penting bahwa kekuatan militer tanpa perhitungan matang hanya akan melahirkan siklus kekerasan baru yang merugikan semua pihak tanpa terkecuali. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic