Jakarta, MINA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan 2.746 pos pengamanan dan layanan darurat 110 untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo dalam keterangannya yang dikutip dari Infopublik, Kamis (12/3) menjelaskan, Polri menyiagakan 161.000 personel gabungan dalam Operasi Ketupat 2026.
Personel tersebut ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan selama periode mudik hingga Idul Fitri.
Dari total 2.746 pos pengamanan yang disiapkan, terdiri atas 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pos-pos ini tersebar di jalur utama mudik, rest area, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata dan tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses masyarakat selama perjalanan mudik,” ujar Dedi Prasetyo.
Ia menjelaskan, layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan. Dalam situasi darurat, baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala kendaraan masyarakat dapat langsung terhubung dengan Command Center Polda atau Polres terdekat.
“Kami ingin memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistem akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelas dia.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama saat mobilitas tinggi selama mudik.[]
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic