Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ponpes Al-Fatah Lampung Gelar Tasmi’ 30 Juz, Ini Pesan Pengasuhnya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 16 September 2026 - 15:27 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 15:27 WIB

50 Views ㅤ

Santri ponpes Al-Fatah Lampung (foto: for MINA)

Lampung, MINA – Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung menggelar Tasmi’ Akbar Al-Qur’an 30 Juz di Masjid An Nubuwwah, Kompleks Al-Fatah Lampung, Rabu-Jumat (16-18/9).

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatah, Ust Moh. Iqbal, M.Pd.I., berpesan bahwa menyelesaikan hafalan 30 juz bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an. Setelah hafalan selesai, para hafiz dan hafizah justru memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga hafalannya melalui murajaah secara istiqamah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi santri untuk menguji kekuatan hafalan sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Tasmi’ Akbar diikuti para santri, di antaranya: Anaya Hazna Putri, santri kelas 6 Lembaga Tahfidz Al-Qur’an (LTA), yang menyimakkan hafalan 30 juz Al-Qur’an di hadapan para pendengar. Seluruh santri turut mengikuti kegiatan tersebut dengan menyimak bacaan yang dilantunkan.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai ujian terhadap kelancaran dan ketepatan hafalan, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat para santri dalam menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Ust Iqbal juga mengingatkan agar hafalan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca dan mengingat ayat, tetapi tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, kemuliaan seorang penghafal Al-Qur’an harus terlihat dari sikap dan keteladanannya.

Selain itu, para penghafal Al-Qur’an diingatkan untuk tidak merasa lebih tinggi dibandingkan orang lain karena hafalan yang dimilikinya. Mereka juga diminta senantiasa mengingat jasa orang tua, guru, ustadz dan ustadzah, serta teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an.

Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para santri agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi menjadi cahaya yang tercermin dalam kehidupan dan keteladanan mereka di tengah masyarakat. []

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Indonesia
Indonesia
Advetorial
Indonesia
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia