Teheran, MINA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, negaranya berada dalam kondisi perang menyeluruh dengan Amerika Serikat, Israel, dan Eropa.
Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di situs web resmi Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang dikutip Senin (29/12).
Pezeshkian menegaskan, konflik saat ini lebih berbahaya, kompleks, dan sulit dibandingkan perang Iran-Irak yang berlangsung dari 1980 hingga 1988.
“Dalam perang dengan Irak, situasinya jelas: mereka menembakkan rudal dan kami tahu di mana harus membalas. Tapi hari ini, mereka mengepung kami dari segala sisi, memberi tekanan, menghambat perdagangan, dan meningkatkan ekspektasi publik di dalam negeri di berbagai bidang,” ujarnya.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Ia menuduh AS, Israel, dan beberapa negara Eropa mendukung upaya untuk meruntuhkan Iran. Pernyataan ini muncul setelah serangan militer AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordo, Natanz, dan Isfahan dengan menggunakan bom bunker-buster selama konflik 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.
Serangan tersebut dilakukan lebih dari sepekan setelah Israel melancarkan serangan mendadak yang menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic