Jakarta, MINA – Ekonom syariah Prof. Adiwarman Karim menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini tengah melemah dan dirasakan hampir oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penurunan daya beli, merosotnya penjualan kendaraan, meningkatnya pinjaman konsumtif seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan pinjaman online, hingga maraknya judi online (judol) menjadi indikator tekanan ekonomi yang kian nyata.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Musyawarah Kerja (Musker) Rasil 2026 dengan tema “Dakwah Menggerakkan Adab, Memuliakan Produktivitas, Memberdayakan” yang digelar di Lantai 3 SD Silaturahim, Jatikarya, Kalimanggis, Cibubur, Rabu (17/12).
Prof. Adiwarman menyampaikan, dalam situasi terdesak, sebagian masyarakat menjadikan judi online sebagai jalan pintas untuk menutup utang, meski justru memperparah kondisi ekonomi keluarga.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Situasi ini semakin berat dengan dampak bencana alam di sejumlah daerah yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani secara optimal.
Menurutnya, realitas tersebut menuntut pendekatan dakwah yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial-ekonomi umat. Dakwah yang terlalu teoritis dan normatif dinilai kurang relevan bagi masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar.
“Dakwah harus hadir sebagai penguat batin, bukan sekadar konsep,” ujar Prof. Adiwarman.
Ia menekankan, dakwah, khususnya melalui media radio, perlu dikemas secara lebih praktis, menenangkan, dan membangkitkan harapan. Penekanan pada nilai kesabaran, tasawuf, optimisme, serta solidaritas sosial menjadi kunci agar pesan dakwah benar-benar menyentuh kebutuhan umat di tengah tekanan ekonomi.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Dalam konteks itu, Radio Dakwah Rasil dinilai memiliki peran strategis untuk membersamai masyarakat di masa krisis. Rasil diharapkan mampu menumbuhkan optimisme kolektif, menggerakkan semangat saling tolong-menolong, sekaligus menjadi media edukasi ekonomi syariah yang aplikatif dan mudah dipahami.
Prof. Adiwarman juga menilai loyalitas pendengar Rasil sebagai aset besar yang dapat dikembangkan, baik untuk keberlanjutan radio maupun sebagai nilai ekonomi sosial. Melalui program pemberdayaan umat dan kegiatan sosial, Rasil berpeluang menjadi mitra strategis lembaga keuangan syariah, sekaligus memperkuat dakwah yang solutif dan membumi di tengah krisis ekonomi nasional.
Ia menilai loyalitas pendengar Rasil sebagai aset besar yang dapat dikembangkan, baik untuk keberlanjutan radio maupun sebagai nilai ekonomi sosial. Melalui program pemberdayaan umat dan kegiatan sosial, Rasil berpeluang menjadi mitra strategis lembaga keuangan syariah.
Adiwarman Karim dikenal sebagai pakar ekonomi syariah nasional, Guru Besar IPB University, mantan Direktur Bank Indonesia, serta tokoh yang aktif mengembangkan literasi dan praktik ekonomi Islam di Indonesia, sehingga pandangannya kerap menjadi rujukan dalam merespons dinamika ekonomi umat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
















Mina Indonesia
Mina Arabic