Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di 6 Wilayah Dikebut

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 13 Mei 2026 - 17:45 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:45 WIB

32 Views ㅤ

Kementerian PU dan Pemprov DKI Jakarta Kolaborasi Kurangi Beban Sampah Bantar Gebang (Dok : Youtube)

Jakarta, MINA – Pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di enam kawasan prioritas sebagai bagian dari upaya mengatasi darurat sampah nasional sekaligus mendukung pengembangan energi ramah lingkungan.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah daerah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan sejumlah pihak terkait di Jakarta.

Enam wilayah yang menjadi prioritas pembangunan meliputi Lampung Raya, Serang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Bogor–Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Pemerintah menilai wilayah-wilayah tersebut sudah berada dalam kategori darurat sampah dengan timbulan sampah harian mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan proyek PSEL menjadi langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan sampah yang selama ini menimbulkan pencemaran tanah, air, dan udara.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten dan kota dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyebut total nilai investasi proyek pengolahan sampah nasional diperkirakan mencapai sekitar US$5 miliar atau setara Rp87 triliun.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu program pengolahan sampah terbesar yang sedang dijalankan pemerintah dengan target penyelesaian bertahap hingga 2028.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Selain pembangunan fasilitas skala besar, pemerintah juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga perkotaan.

BRIN saat ini mengembangkan berbagai inovasi, termasuk teknologi pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar dan sistem pengolahan sampah terpadu berbasis teknologi ramah lingkungan.

Pengamat lingkungan menilai percepatan proyek PSEL dapat menjadi solusi penting bagi persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat setiap tahun.

Namun, proyek tersebut juga dinilai memerlukan pengawasan ketat terkait dampak lingkungan, kesiapan lahan, serta keberlanjutan teknologi yang digunakan agar pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi timbunan limbah, tetapi juga mendukung transisi energi bersih nasional. []

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Dunia Islam