Rabat, MINA – Aksi unjuk rasa berlangsung di puluhan kota di Maroko termasuk Rabat, Tetouan, Marrakesh, Agadir, Oujda, Fez, Tangier, Casablanca, Kenitra, Salé, Nador, dan Taza pada Jumat (26/9), untuk mendukung rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa, serta mengecam serangan Israel yang terus berlanjut.
Aksi-aksi ini digelar atas seruan Komite Maroko untuk Mendukung Isu-Isu Nasional dengan mengusung slogan “Jumat untuk Al-Aqsa dan Menolak Normalisasi.” Palinfo melaporkan.
Kegiatan ini berlangsung di tengah terus berlanjutnya serbuan Israel ke Masjid Al-Aqsa dan meningkatnya perdebatan mengenai peningkatan hubungan Maroko-Israel ke tingkat duta besar.
Komite Maroko untuk Mendukung Isu-Isu Nasional menyatakan bahwa aksi Jumat tersebut mencakup lebih dari 76 acara di 45 kota di Maroko, yang mencerminkan dukungan rakyat terhadap perjuangan Palestina dan penolakan terhadap normalisasi.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Media Maroko mengutip pernyataan Hasnaa Qatni, anggota biro pusat komite tersebut, yang mengatakan bahwa partisipasi massa di puluhan kota mengirimkan pesan bahwa perjuangan Palestina tetap hidup dalam hati nurani rakyat Maroko, serta pembelaan terhadap Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa serta penolakan terhadap normalisasi tetap menjadi sikap rakyat yang berkelanjutan.
Para peserta meneriakkan slogan-slogan dukungan bagi rakyat dan gerakan perlawanan Palestina, termasuk “Salam dari Maroko untuk Palestina yang teguh” dan “Hidup perlawanan.”
Mereka juga membawa gambar Kubah Batu (Dome of the Rock) serta spanduk bertuliskan “Jumat untuk Al-Aqsa dan Menolak Normalisasi” serta “Hentikan genosida dan kelaparan, kebebasan untuk Palestina.”
Aksi massa ini menyusul keputusan pemerintah Maroko untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan Israel ke tingkat duta besar, sebuah langkah yang memicu penolakan dari berbagai organisasi Maroko yang mendukung perjuangan Palestina dan menentang normalisasi.[]
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic