Al-Quds, MINA – Puluhan ribu warga Muslim Palestina melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa pada Jumat (25/9), meskipun polisi penjajah Israel memberlakukan pembatasan ketat.
Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan puluhan ribu jamaah dapat melaksanakan Shalat di Al-Aqsa di tengah meningkatnya langkah militer Israel di sekitar kota dan Kota Tua.
Pasukan penjajah Israel memberlakukan pembatasan terhadap jamaah yang ingin mencapai Masjid Al-Aqsa. Mereka juga mengerahkan pos pemeriksaan dan penghalang logam di sekitar Yerusalem, Kota Tua dan Masjid Aqsa.
Tindakan tersebut mencegah sejumlah pemuda Palestina mencapai Al-Aqsa. Pasukan Israel menghentikan mereka di pos pemeriksaan di sekitar kota dan Kota Tua, serta melarang mereka melanjutkan perjalanan ke masjid.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Meskipun ada pembatasan, warga Palestina dari seluruh Yerusalem Timur tetap menuju Masjid Al-Aqsa. Puluhan ribu orang berkumpul untuk Shalat Jumat.
Peneliti urusan Yerusalem, Ziad Ibhais, memperingatkan bahwa Masjid Al-Aqsa menghadapi periode eskalasi baru dengan dimulainya hari raya Yahudi Sukkot. Hari raya ini dimulai Sabtu (26/9) dan berlangsung hingga Jumat (2/10).
Ibhais mengatakan hari raya tersebut semakin menjadi periode utama untuk intensifikasi serbuan ke Aqsa dan upaya melakukan ritual keagamaan Yahudi di dalam kompleks masjid.
Ia menjelaskan bahwa Sukkot, yang juga dikenal sebagai Hari Raya Pondok Daun, adalah salah satu dari tiga festival ziarah dalam Taurat.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic