Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puncak Haji Berakhir, Menhaj Apresiasi Ketertiban Jamaah

sajadi Editor : Arif R - Ahad, 31 Mei 2026 - 17:38 WIB

Ahad, 31 Mei 2026 - 17:38 WIB

28 Views ㅤ

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf (foto: Kemenhaj RI)
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf (foto: Kemenhaj RI)

Makkah, MINA – Fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 H. Seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tenda-tenda di Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar.

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.

“Alhamdulillah, fase Mina telah berakhir dengan baik. Hari ini pukul 15.00 waktu Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah. Mina clear dari jamaah haji Indonesia,” ujar Menhaj  dalam keterangannya yang dikutip Ahad ,(31/5).

Menhaj menjelaskan, sebelumnya jamaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah. Sementara jamaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Meski fase Mina telah selesai, Menhaj menegaskan bahwa layanan kepada jemaah haji tetap berlanjut. Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijjah, sementara sebagian lainnya masih akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Tanah Air.

Menhaj menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar terus mengawal dan mendampingi jamaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah, terutama jemaah lanjut usia dan jamaah berisiko tinggi.

Secara khusus, Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah haji Indonesia yang telah kooperatif dan tertib mengikuti arahan petugas selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PPIH Arab Saudi atas dedikasi dan kerja keras dalam melayani jamaah.

Menhaj juga mengimbau jamaah untuk tetap menjaga kesehatan setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji, mengingat pemulangan jamaah haji Indonesia ke Tanah Air akan mulai berlangsung pada 1 Juni hingga 30 Juni 2026 secara bertahap.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Pada 29 Mei 2026, Kemenhaj telah menerima informasi awal dan timeline penyelenggaraan haji 2027 dari Pemerintah Arab Saudi. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi Kemenhaj untuk menyiapkan penyelenggaraan haji tahun depan sejak dini.

Kemenhaj bersama DPR RI berkomitmen memperkuat sinergi dalam mempersiapkan operasional haji 2027 secara lebih matang. Menurut Menhaj, pengalaman persiapan lebih awal pada penyelenggaraan haji 2026 memberikan dampak besar terhadap keteraturan operasional, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara.

“Evaluasi dan persiapan harus dilakukan sejak dini. Pengalaman tahun ini menunjukkan bahwa persiapan lebih awal memberikan dampak besar terhadap keteraturan, kualitas layanan, dan kesiapan seluruh unsur penyelenggara. Kita ingin penyelenggaraan haji 2027 menjadi lebih baik, lebih tertata, ramah lansia, serta semakin menghadirkan layanan yang aman dan membahagiakan jemaah,” pungkas Menhaj.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf (foto: Kemenhaj RI)
Indonesia
Indonesia
Info MINA