New York, MINA – Qatar menegaskan kembali komitmennya mendukung perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, menyoroti perannya dalam upaya mediasi dan keterlibatan berkelanjutan melalui Proses Doha yang dipimpin PBB.
Dilansir dari Ariana News, berbicara di hadapan Majelis Umum PBB pada Selasa (2/6) selama pertemuan tentang penguatan mediasi dalam penyelesaian sengketa secara damai, Perwakilan Tetap Qatar untuk PBB, Sheikha Alya Ahmed bin Saif Al-Thani, menunjuk upaya diplomatik Doha di Afghanistan sebagai contoh kunci keberhasilan mediasi.
Ia mencatat bahwa upaya fasilitasi Qatar memuncak pada penandatanganan perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Emirat Islam Afghanistan (IEA) di Doha pada 29 Februari 2020.
Utusan Qatar mengatakan, negaranya telah melanjutkan keterlibatan kemanusiaan, pembangunan, dan politiknya di Afghanistan sejak saat itu.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
Ia juga menyoroti peran Qatar dalam menjadi tuan rumah Proses Doha yang dipimpin PBB tentang Afghanistan, yang telah mempertemukan Sekretaris Jenderal PBB dan Utusan Khusus untuk Afghanistan dalam serangkaian pertemuan yang diadakan pada Mei 2023 dan pada Februari dan Juli 2024.
Qatar telah memainkan peran sentral dalam keterlibatan diplomatik di Afghanistan selama dekade terakhir, berfungsi sebagai tempat untuk negosiasi dan diskusi internasional yang bertujuan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi di negara tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
















Mina Indonesia
Mina Arabic