New York, MINA – Qatar menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa mereka melakukan kampanye yang bertujuan mempengaruhi opini publik terhadap Israel.
Qatar menyebut tuduhan tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari tindakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
“Kami secara tegas menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang disampaikan dalam pidatonya di pbb/">Majelis Umum PBB,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari dalam sebuah pernyataan. Dikutip dari TRT World, Jumat (25/9).
“Retorika yang terus berlanjut terhadap Qatar ini tidak lebih dari upaya mengalihkan perhatian dari kekejaman yang dilakukan pemerintahnya di wilayah Palestina yang diduduki dan konsekuensi kemanusiaan yang serius,” ujarnya.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Ia menolak klaim bahwa kritik yang semakin meningkat terhadap Israel di seluruh dunia, terutama di kalangan anak muda, adalah hasil dari kampanye pengaruh yang terorganisir.
“Mengurangi pergeseran opini publik global, khususnya di kalangan anak muda, menjadi tuduhan ‘kampanye pengaruh’ adalah penghinaan terhadap kesadaran dan penilaian generasi yang menyaksikan, secara real time dan di depan seluruh dunia, apa yang terjadi di lapangan dan membentuk pandangannya sesuai dengan itu,” kata al-Ansari.
Ia mengatakan jika Netanyahu dan politisi Israel lainnya ingin mengubah cara Israel dipandang secara internasional, mereka harus fokus pada kebijakan pemerintah daripada menyalahkan Qatar atau aktor luar lainnya.
“Upaya untuk menyalahkan Qatar, atau siapa pun, atas perubahan opini publik global yang dibentuk oleh apa yang disaksikan orang-orang sendiri tidak lagi meyakinkan,” kata juru bicara itu.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Ia menyerukan kepada Israel untuk mengubah kebijakannya, menghormati hukum internasional, dan bertanggung jawab atas tindakannya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic