Doha, MINA – Qatar memperingatkan upaya Israel memanfaatkan meningkatnya ketegangan regional untuk menciptakan realitas baru di Palestina, Suriah, dan Lebanon. Doha menyerukan deeskalasi serta kembalinya semua pihak ke jalur perundingan diplomatik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers, yang dikutip, Anadolu Agency, Rabu (2/9), di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, termasuk serangan Iran baru-baru ini dan perkembangan di sekitar Selat Hormuz.
“Eskalasi baru di kawasan tidak menguntungkan siapa pun. Deeskalasi dan kembali ke perundingan diperlukan,” kata al-Ansari.
Ia juga menyerukan penghentian operasi militer Israel di Gaza dan Tepi Barat serta memperingatkan Israel agar tidak memanfaatkan krisis regional yang lebih luas untuk mencapai tujuan-tujuannya di wilayah negara-negara tetangga.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
“Eskalasi Israel di Gaza dan Tepi Barat harus dihentikan, dan Tel Aviv harus berhenti memanfaatkan peristiwa di kawasan untuk menciptakan realitas baru di Palestina, Lebanon, dan Suriah,” ujarnya.
Al-Ansari mengatakan Qatar terus melakukan pembicaraan dengan mitra regional dan internasional untuk meredakan ketegangan, mencapai solusi politik, serta membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pasokan energi global.
Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai krisis internasional dan mengatakan negara-negara Teluk terus melakukan upaya mediasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Menurutnya, kontak Qatar dengan Teheran difokuskan pada dukungan terhadap upaya menstabilkan kawasan dan mengakhiri krisis yang sedang berlangsung.[]
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic