Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Qatar, Yordania, dan Irak Kecam Serangan terhadap Pipa Minyak Saudi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 13 September 2026 - 10:01 WIB

Ahad, 13 September 2026 - 10:01 WIB

36 Views ㅤ

Pipa minyak Arab Saudi. (Newser)

Doha, MINA – Qatar, Yordania, dan Irak mengcam serangan yang menargetkan pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi dengan drone yang diluncurkan dari wilayah Irak, yang menyebabkan cedera dan kerusakan material.

Qatar mengatakan penargetan fasilitas sipil dan ekonomi merupakan pelanggaran hukum internasional dan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas regional. SANA melaporkan, Sabtu (12/9).

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan solidaritas penuh Doha dengan Arab Saudi dan dukungan terhadap semua langkah yang diambil untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan fasilitasnya.

Yordania juga mengecam serangan tersebut, dan menggambarkannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi, ancaman terhadap keamanan dan stabilitasnya, serta pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan kembali solidaritas penuh Amman dengan Riyadh dan dukungannya terhadap langkah-langkah yang bertujuan melindungi kedaulatan, keamanan, aset, serta keselamatan warga dan penduduk Arab Saudi.

Sementara itu, pemerintah Irak mengecam serangan tersebut dan menolak segala bentuk agresi yang merugikan keamanan dan stabilitas Arab Saudi atau memengaruhi hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin antara kedua negara.

Juru bicara pemerintah Irak Sabah al-Numan mengatakan Perdana Menteri Ali al-Zeidi memerintahkan penyelidikan mendesak atas keadaan serangan dan pihak-pihak di baliknya, menekankan bahwa tindakan hukum akan diambil terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.

Al-Numan menegaskan bahwa wilayah dan ruang udara Irak tidak akan digunakan sebagai landasan serangan terhadap negara manapun, menambahkan bahwa kebijakan Irak didasarkan pada penghormatan kedaulatan negara serta mendorong kerja sama dan stabilitas regional. []

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda