London, MINA — Suasana Ramadhan kembali terasa kuat di pusat kota London. Ribuan lampu bertuliskan “Happy Ramadan” menyala di kawasan West End, menghadirkan pesan persatuan dan kehangatan spiritual, sekaligus menjadi simbol bahwa Ramadhan dirayakan dengan harmoni lintas budaya.
Instalasi lampu tersebut tak sekadar dekorasi, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan persatuan di tengah dinamika sosial global. MEMO melaporkan, Ahad (15/2).
Lebih dari 30.000 lampu LED hemat energi kini terpasang di sepanjang jalan pusat hiburan dan perbelanjaan London, memancarkan cahaya dari sore hingga dini hari setiap harinya selama bulan suci Ramadan.
Lampu ini akan terus menyala hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri mendatang.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Inisiatif Ramadan Lights London ini didanai dan digagas oleh Aziz Foundation, sebuah yayasan yang aktif mendukung komunitas Muslim Inggris melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Keberadaan instalasi lampu ini tahun ini menandai tahun keempat berturut-turut perayaan Ramadan di jantung ibukota Inggris tersebut.
Wali Kota London, Sadiq Khan hadir dalam acara peluncuran lampu dan menyerukan semangat persatuan lintas agama.
Dalam pidatonya ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, baikMuslim dan non-Muslim untuk bersatu dalam nilai-nilai perdamaian, toleransi dan solidaritas di bulan Ramadan, yang kerap dikaitkan dengan kasih sayang dan refleksi diri.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Selain menghiasi West End, instalasi lampu ini juga menarik wisatawan dan warga lokal dari beragam latar belakang. Banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berkumpul dan berbagi pengalaman antar-komunitas, sehingga Ramadan Lights bukan hanya sekadar simbol estetika, melainkan juga wadah inklusivitas dan komunikasi budaya.
Tradisi memasang lampu dan dekorasi Ramadhan di kota global seperti London merupakan bagian dari evolusi cara masyarakat urban. Meski berasal dari akar tradisi Timur Tengah dan Asia, dekorasi cahaya kini digunakan sebagai simbol keterbukaan budaya di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas, mencerminkan keberagaman etnis dan keyakinan yang menjadi ciri multikulturalisme modern. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic