Jakarta, MINA — Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Indonesia terkait dampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra, asalkan ada permintaan resmi tertulis dari pemerintah Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di Jakarta Jumat (19/12).
Tolchenov mengatakan, hingga kini belum ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia kepada pihak Rusia untuk mengirimkan bantuan, baik berupa logistik maupun dukungan lainnya.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan regulasi internal Federasi Rusia, bantuan hanya bisa diproses setelah menerima permintaan formal dari negara yang membutuhkan.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Menurut Dubes Rusia, prosedur bantuan juga mensyaratkan informasi yang jelas mengenai wilayah tujuan, jenis bantuan, dan jalur distribusi yang akan digunakan, sehingga Pemerintah Rusia belum bisa memulai proses penyaluran bantuan secara sepihak.
Meski demikian, Tolchenov menambahkan bahwa sejumlah warga negara Rusia di Indonesia telah melakukan inisiatif bantuan secara pribadi dan Kedutaan Besar juga memberikan bantuan barang sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana.
Hal ini menunjukkan bahwa upaya solidaritas terus tumbuh meskipun belum bersifat resmi dari pemerintah.
Pernyataan kesiapan Rusia ini muncul di tengah respons nasional Indonesia terhadap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah mengakibatkan ribuan rumah rusak dan korban jiwa.
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
Pemerintah Indonesia sejauh ini menegaskan bahwa upaya penanganan masih diprioritaskan secara mandiri dengan dukungan logistik dan sumber daya nasional.
Latar belakang kesiapan bantuan ini terkait dengan bencana banjir bandang dan longsor besar yang melanda Pulau Sumatra sejak akhir November 2025, yang telah menarik perhatian internasional.
Beberapa negara lain juga menyatakan dukungan dan kesediaannya membantu apabila Indonesia membuka peluang bantuan luar negeri secara resmi, namun hingga kini pemerintah belum mengajukan permintaan formal tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
















Mina Indonesia
Mina Arabic