Kuala Lumpur, MINA – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan Rusia telah memberikan jaminan dukungan pasokan energi bagi Malaysia untuk jangka panjang, termasuk hingga 20 tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah Malaysia dan Rusia yang membahas penguatan kerja sama ekonomi serta ketahanan energi kedua negara. Channel News Asia melaporkan, Kamis (25/6).
Menurut Anwar, jaminan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan strategis Kuala Lumpur dan Moskow di tengah dinamika geopolitik global serta meningkatnya kebutuhan energi di kawasan Asia.
Ia menilai kerja sama jangka panjang akan membantu Malaysia menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Selain sektor energi, kedua negara juga membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi, pendidikan, dan industri halal.
Pemerintah Malaysia memandang Rusia sebagai salah satu mitra penting dalam upaya diversifikasi hubungan ekonomi internasional di tengah ketidakpastian pasar global dan perubahan rantai pasok dunia.
Rusia merupakan salah satu produsen energi terbesar di dunia dengan cadangan gas alam dan minyak yang sangat besar.
Meskipun menghadapi berbagai sanksi dari negara-negara Barat dalam beberapa tahun terakhir, Moskow tetap aktif memperluas pasar energi ke negara-negara Asia, termasuk melalui kerja sama dengan sejumlah negara anggota ASEAN.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Bagi Malaysia, keamanan pasokan energi menjadi isu strategis seiring meningkatnya kebutuhan listrik, industri, dan transportasi.
Kerja sama jangka panjang dengan berbagai negara pemasok dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat gejolak geopolitik maupun fluktuasi harga energi global.
Langkah penguatan kemitraan dengan Rusia juga mencerminkan kebijakan luar negeri Malaysia yang cenderung pragmatis dan berimbang.
Di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim, Malaysia berupaya memperluas hubungan ekonomi dengan berbagai kekuatan dunia, baik di Barat maupun Timur, guna mendukung agenda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara tersebut. []
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic