Teheran, MINA – Rekaman video yang ditayangkan TV pemerintah Iran menunjukkan momen dramatis ketika pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang bertopeng dan bersenjata lengkap menaiki serta merebut dua kapal kontainer diSelat Hormuz.
Aksi tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. Dikutip dari Daily Express, Kamis (23/4).
Dalam rekaman tersebut, para tentara terlihat mendekati salah satu kapal menggunakan perahu kecil, sebelum kemudian memanjat menggunakan tangga sambil mengarahkan senjata mereka ke arah kapal. Tidak ada laporan cedera terhadap awak kedua kapal.
Kronologi Serangan
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Peristiwa ini terjadi pada Rabu (22/4) di jalur air strategis Selat Hormuz. Iran dilaporkan menembaki tiga kapal dan menyita dua di antaranya.
Kedua kapal yang disita Adalah Epaminondas (berbedndera Liberia) dan MSC Francesca (berbendera Panama).
Technomar, perusahaan manajemen di balik kapal Epaminondas yang berbendera Liberia, mengkonfirmasi bahwa kapalnya “didekati dan ditembak oleh kapal perang berawak” di lepas pantai Oman. Akibat serangan itu, jembatan kapal mengalami kerusakan.
Sementara itu, kapal kargo kedua, MSC Francesca, mendapat tembakan beberapa jam kemudian. Meski tidak dilaporkan mengalami kerusakan, kapal tersebut kemudian berhenti di perairan dan akhirnya disita.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Reaksi Dunia
Pemerintah Panama secara tegas mengutuk aksi tersebut, menyebutnya sebagai “penyitaan ilegal” terhadap kapal berbendera mereka.
Dalam pernyataannya, Panama menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan serangan serius terhadap keamanan maritim internasional.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Garda Revolusi telah membawa kedua kapal tersebut ke wilayah Iran, sebuah langkah yang dianggap sebagai eskalasi signifikan di tengah ketegangan yang sudah memuncak.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
Meskipun aksi penyitaan ini memicu kekhawatiran global, Gedung Putih menilai bahwa Iran tidak melanggar persyaratan gencatan senjata.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menjelaskan kepada Fox News Channel, “Ini bukan kapal AS atau Israel. Ini adalah dua kapal internasional.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Somalia Tegas Tolak Kehadiran Israel Dalam Keadaan Apa Pun
















Mina Indonesia
Mina Arabic