Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segini Biaya Perang yang Dikeluarkan AS untuk Serang Iran Selama Juli

Widi Kusnadi - Ahad, 9 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Ahad, 9 Agustus 2026 - 17:04 WIB

29 Views ㅤ

Menteri Perang AS Pete Hegseth (foto: IG)

Washington, MINA – Agresi terbaru Amerika Serikat (AS) ke Iran terbaru (pada Juli 2026) telah menguras anggaran Washington hingga sekitar US$37,5 miliar atau hampir Rp700 triliun, berdasarkan perhitungan terbaru Departemen Perang AS (Pentagon).

Angka tersebut disampaikan Menteri Perang AS Pete Hegseth kepada Kongres AS baru-baru ini. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (9/8).

Hegseth mengatakan biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasi militer dan sebagian pengeluaran yang diproyeksikan hingga akhir tahun fiskal. Angka itu meningkat dari perkiraan sebelumnya sekitar US$25 miliar pada April dan sekitar US$29 miliar pada Mei.

Pentagon juga meminta tambahan dana sekitar US$67 miliar kepada Kongres untuk mendukung operasi berikutnya sekaligus mengisi kembali persediaan persenjataan yang terkuras selama perang. Permintaan tersebut menunjukkan besarnya tekanan finansial yang ditimbulkan konflik terhadap anggaran pertahanan AS.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Namun, sejumlah perhitungan menempatkan biaya perang lebih tinggi dari angka resmi Pentagon. Estimasi internal Departemen Pertahanan AS mencapai sekitar US$80 miliar hingga US$100 miliar jika turut memperhitungkan perbaikan pangkalan yang rusak, penggantian pesawat dan pengisian kembali persediaan senjata.

Mark Cancian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan biaya perang hingga Juni berada di kisaran US$35,2 miliar hingga US$42,5 miliar. Komponen terbesar berasal dari penggunaan amunisi, yang menurut perhitungannya telah mencapai lebih dari US$26,1 miliar.

Besarnya biaya tersebut muncul ketika Pentagon juga menghadapi persoalan menipisnya persediaan rudal pencegat dan amunisi.

Stok rudal Patriot dan THAAD mengalami penurunan signifikan sejak perang dimulai, sehingga Pentagon mendorong industri pertahanan mempercepat produksi untuk mengisi kembali persediaan. []

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda