Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Dituding Rancang Siasat untuk Seret AS Kembali Berperang Lawan Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:55 WIB

26 Views ㅤ

Benjamin Netanyahu (Foto: X / @geopoloticsnow_ / Geopolitics Now 360)

Teheran, MINA— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dituding merancang operasi “bendera palsu” melalui skenario pembajakan pesawat untuk mendorong Amerika Serikat kembali terlibat dalam perang dengan Iran. Tudingan tersebut dilaporkan Press TV, Jumat (2/10) dengan mengutip sumber regional yang disebut mengetahui persoalan itu.

Sumber tersebut mengaitkan dugaan rencana dengan insiden penerbangan flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv yang melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi pada Rabu (30/9). Pesawat membawa 174 penumpang dan berhasil mendarat setelah terjadi insiden di kokpit yang melibatkan pilot dan kopilot.

Skenario tersebut disebut telah dibahas ketika Netanyahu melakukan kunjungan ke Uni Emirat Arab beberapa hari sebelum insiden. Sumber itu mengeklaim operasi tersebut dirancang agar insiden dapat dikaitkan dengan Iran dan kemudian dijadikan alasan untuk mendorong Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan terhadap Teheran.

Namun, tudingan tersebut belum disertai bukti independen yang dapat memverifikasi adanya operasi yang dirancang Netanyahu. Israel, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan resmi terhadap tudingan tersebut dalam laporan yang dikutip. Sementara itu, penyelidikan terhadap insiden penerbangan masih berlangsung.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Insiden pesawat itu terjadi setelah kapten penerbangan dilaporkan diserang oleh kopilot saat pesawat berada di udara. Para penumpang dan awak kemudian membantu mengamankan pesawat hingga penerbangan dialihkan dan mendarat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi. Otoritas setempat membuka penyelidikan untuk mengetahui kronologi dan motif insiden tersebut.

Di tengah penyelidikan, Trump menyatakan Iran dapat menghadapi konsekuensi berat jika terbukti memiliki keterkaitan dengan insiden tersebut. Netanyahu sendiri mengatakan terlalu dini memastikan adanya hubungan kopilot dengan Iran, meski ia mengeklaim pelaku mengalami radikalisasi. Hingga kini, keterkaitan Iran maupun dugaan operasi “bendera palsu” tersebut belum terbukti secara independen. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Internasional
Dunia Islam