Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah Negara Arab Kecam Aksi Bom Kafe di Damaskus yang Tewaskan Warga Sipil

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 3 Juli 2026 - 08:40 WIB

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:40 WIB

44 Views ㅤ

Bom meledak di sebuah cafe di Damaskus (foto: Fb)

Damaskus, MINA – Sejumlah negara Arab secara serempak mengecam keras aksi pengeboman yang mengguncang sebuah kafe di pusat ibu kota Suriah, Damaskus, Kamis (2/7), yang menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Serangan yang terjadi di kawasan Al-Nasr Street, dekat Istana Kehakiman (Justice Palace), dinilai sebagai aksi teror yang mengancam stabilitas Suriah di tengah upaya pemulihan keamanan pascaperang. SANA melaporkan, Jumat (3/7).

Yordania, Qatar, Mesir, dan Irak mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut ledakan itu sebagai “aksi teroris” dan menegaskan solidaritas penuh terhadap pemerintah serta rakyat Suriah.

Qatar kembali menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan, terorisme, dan tindakan kriminal, sementara Mesir dan Irak menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan dukungan terhadap upaya Suriah menjaga keamanan dan kedaulatan negaranya.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Menurut media pemerintah Suriah, ledakan dipicu oleh alat peledak rakitan yang ditanam di dalam kafe. Aparat keamanan segera menutup lokasi kejadian dan memulai penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif serangan.

Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, namun otoritas Suriah menduga aksi tersebut berkaitan dengan aktivitas sel-sel teroris yang masih berupaya mengganggu stabilitas negara.

Serangan itu menjadi salah satu insiden keamanan paling mematikan di Damaskus dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Presiden Ahmed al-Sharaa terus menghadapi tantangan besar dalam memberantas kelompok-kelompok ekstremis yang masih aktif setelah berakhirnya perang saudara dan tumbangnya pemerintahan Bashar al-Assad pada 2024.

Kelompok yang berafiliasi dengan ISIS masih berusaha membangun kembali jaringan bawah tanahnya melalui serangan terhadap sasaran sipil maupun fasilitas publik.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Gelombang kecaman dari negara-negara Arab menunjukkan adanya kesamaan sikap regional dalam menolak terorisme yang menyasar warga sipil.

Selain menyampaikan belasungkawa, negara-negara tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan, kedaulatan, dan integritas wilayah Suriah sebagai fondasi bagi proses rekonstruksi dan perdamaian jangka panjang.

Insiden pengeboman ini diperkirakan akan memperkuat kerja sama keamanan antara Suriah dan negara-negara kawasan dalam menghadapi ancaman kelompok ekstremis.

Di tengah proses transisi politik dan pemulihan ekonomi, serangan terhadap ruang-ruang publik dinilai menjadi tantangan serius yang memerlukan koordinasi regional maupun internasional agar stabilitas Suriah tidak kembali terganggu. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
MINA Sport