Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang Ibu Hamil Palestina Alami Kondisi Buruk di Penjara Israel

Hasanatun Aliyah Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 24 September 2026 - 04:24 WIB

Kamis, 24 September 2026 - 04:24 WIB

31 Views

Ilustrasi: sel penjara. (Gambar: Alhadath Newspaper)

Ramallah, MINA – Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan mengatakan, seorang ibu hamil Palestina Baraa Abu Khdeijeh, 36 tahun, dari Tulkarm, yang ditahan sejak 27 Agustus 2026, mengalami kondisi kesehatan, kemanusiaan dan psikologis yang buruk di Penjara Damon Israel.

Dalam sebuah laporan yang dikutip Wafa, Rabu (23/9), komisi tersebut mengatakan Abu Khdeijeh mengalami penangkapan yang kasar. Matanya ditutup dan tangannya diikat erat dengan penahan plastik hingga membengkak.

Tentara penjajah Israel kemudian membawanya ke lokasi yang tidak diketahui. Di sana ia ditahan selama beberapa jam, menjalani pemeriksaan telanjang dan tetap diborgol di kursi di tengah teriakan serta pelecehan verbal.

Komisi urusan tahanan menambahkan, Abu Khdeijeh mulai mengalami sakit perut selama penahanannya sebelum mengalami pendarahan. Hal ini meningkatkan ketakutan dan kekhawatirannya terhadap janinnya. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Sharon, di mana ia menghabiskan sekitar lima hari dalam kondisi yang oleh komisi disebut sebagai kondisi yang keras.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Sel itu kotor dan dipenuhi serangga serta sampah. Tidak ada kebutuhan dasar yang tersedia, termasuk air minum, menurut laporan tersebut. Tempat tidurnya hanya berupa kasur tipis tanpa penutup. Sementara selimutnya berbau tidak sedap dan tidak ada bantal. Abu Khdeijeh juga dilarang mengakses kamar mandi selama lima hari. Ia tidak diberi pakaian ganti atau handuk.

Komisi mengatakan pengacaranya, yang mengunjungi Abu Khdeijeh di Penjara Damon, melaporkan bahwa ia telah menjalani pemeriksaan telanjang lainnya. Ia ditahan di Kamar 11, yang dikhususkan untuk tahanan hamil.

Abu Khdeijeh mengatakan kepada pengacaranya bahwa tahanan hamil tidak diberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Makanan yang diberikan juga tidak cukup dan berkualitas buruk. Ia mengatakan tiga tahanan hamil di kamarnya hanya menerima satu telur atau sepotong daging setiap tiga atau empat hari.

Pengacara komisi juga melaporkan bahwa tahanan di Damon menghadapi kekurangan pakaian dan perlengkapan kebersihan di tengah suhu dan kelembaban yang tinggi.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Komisi menekankan bahwa tahanan hamil membutuhkan perawatan medis khusus, nutrisi yang memadai, dan kondisi manusiawi yang menjaga martabat mereka. Komisi memperingatkan kondisi keras yang terus dialami Abu Khdeijeh dan risiko yang ditimbulkannya bagi kesehatan dirinya dan janinnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Rekomendasi untuk Anda