Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan Drone di Pasar Darfur Utara Sudan Tewaskan 10 Warga Sipil

Widi Kusnadi Editor : Bahron Ans. - Senin, 22 Desember 2025 - 06:57 WIB

Senin, 22 Desember 2025 - 06:57 WIB

4 Views ㅤ

Khartoum, MINA – Sebuah serangan drone yang menghantam pasar ramai di Kota Malha, Provinsi Darfur Utara, Sudan pada akhir pekan lalu menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan menyebabkan kebakaran serta kerusakan bangunan, menurut pernyataan sukarelawan setempat, Ahad (21/12).

Hingga kini, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di tengah eskalasi konflik bersenjata yang berkepanjangan di negara itu.

Sudan Tribune melaporkan, Insiden itu terjadi di Pasar Al-Harra, area yang kini berada di bawah kendali kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Dewan Ruang Darurat Darfur Utara, kelompok sukarelawan yang memantau respons darurat di wilayah itu, menyatakan ledakan drone menghantam pasar pada sore hari saat ramai dikunjungi warga.

Serangan tersebut memicu api di sejumlah toko dan kios pedagang, yang kemudian melibatkan tanggap darurat setempat untuk memadamkan kobaran api dan mengevakuasi korban. Selain korban tewas, puluhan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat, menurut pernyataan resmi.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pihak berwenang Sudan dan RSF hingga kini belum memberikan komentar resmi mengenai pelaku atau motif serangan drone tersebut. Ketidakjelasan ini menambah kekhawatiran atas keselamatan warga sipil yang sudah berada dalam situasi rawan akibat pertempuran yang terus berlangsung di berbagai provinsi Sudan.

Kejadian ini terjadi di tengah konflik internal yang mulai sejak April 2023 antara militer Sudan dan RSF, yang telah menyebabkan ratusan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi dari rumah mereka. Serangan terhadap target sipil seperti pasar menjadi salah satu bentuk kekerasan yang dikecam oleh kelompok kemanusiaan internasional.

Organisasi kemanusiaan dan relawan mendesak agar koridor bantuan segera dibuka untuk membantu warga terdampak serta meningkatkan perlindungan terhadap komunitas sipil di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Upaya diplomasi dan tekanan internasional dinilai penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengurangi dampak tragis terhadap penduduk sipil.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Dunia Islam
Afrika
MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA