Port-au-Prince, MINA – Setidaknya 47 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya diculik dalam serangan geng di Kenscoff, sebuah kawasan di perbukitan yang menghadap ke ibu kota Haiti, Port-au-Prince, menurut keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (25/8).
Dilansir dari Khaama Press, serangan itu bermula pada Ahad malam (23/8), ketika orang-orang bersenjata memasuki wilayah tersebut, membakar rumah-rumah, dan menyerang warga, menurut Kantor Terpadu PBB di Haiti.
PBB menyatakan bahwa para penyintas sedang mencari kerabat mereka yang hilang setelah serangan tersebut.
Setidaknya lima anak termasuk di antara korban tewas, menurut PBB. PBB juga melaporkan bahwa 22 orang yang berlindung di sebuah gereja turut tewas, meskipun rincian mengenai kematian mereka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Baca Juga: Tiket Konser Free Palestina Macklemore Ludes Terjual, Dukungan Kepada Palestina Meningkat
Seorang pemimpin geng yang menyebut dirinya “Izo 2″—atau dikenal juga sebagai “Didi”—dikabarkan mengancam akan membunuh para sandera jika aparat keamanan menyerang anggota geng. Ancaman tersebut ditujukan kepada kepala kepolisian nasional Haiti, Vladimir Paraison, menurut sejumlah laporan.
Serangan tersebut kembali memicu kekhawatiran mengenai kemampuan aparat keamanan Haiti dan misi keamanan internasional yang mendukungnya dalam membendung kelompok-kelompok bersenjata, menjelang pemilihan umum Haiti yang dijadwalkan pada 13 Desember.
Lokasi Kenscoff yang berada di dataran tinggi di atas Port-au-Prince menjadikannya wilayah yang strategis, karena jalan-jalan yang melintasi kawasan ini menjadi akses menuju Ibu Kota dan wilayah selatan negara tersebut.
PBB sebelumnya telah mendokumentasikan serangan geng yang berulang di Kenscoff dan memperingatkan tentang meluasnya pergerakan kelompok bersenjata di sekitar Ibu Kota.
Baca Juga: Senat AS Gagalkan Resolusi Penyelidikan Kematian 9 Warga AS di Tepi Barat
Gelombang kekerasan terbaru ini terjadi di tengah pengaruh kuat yang terus dipertahankan oleh berbagai geng di sebagian wilayah Port-au-Prince dan daerah lain di Haiti.
Reuters melaporkan bahwa serangan tersebut memaksa warga untuk mengungsi dan menimbulkan kekhawatiran baru terkait keamanan menjelang pemilihan umum.
PBB telah memperingatkan bahwa krisis keamanan di Haiti telah menyebabkan pengungsian massal dan memberikan tekanan tambahan terhadap sumber daya negara maupun bantuan kemanusiaan yang sudah terbatas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Guterres Peringatkan Mandat UNRWA Terancam, Jutaan Pengungsi Palestina dalam Bahaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic