Beirut, MINA – Dua paramedis tewas oleh serangan Israel di Lebanon Selatan pada Rabu (3/6), membuat setidaknya 130 petugas darurat dan kesehatan kini telah tewas sejak perang Israel-Hezbollah dimulai pada Maret.
Pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa “musuh Israel secara langsung menargetkan ambulans milik Asosiasi Pramuka Risala”, yang berafiliasi dengan sekutu Hezbollah, gerakan Amal.
“Ini mengakibatkan gugurnya dua paramedis dan menyebabkan satu orang lainnya mengalami luka kritis,” kata pernyaatan tersebut, Nahar Net melaporkan.
Kementerian tersebut menyebarkan gambar ambulans yang rusak parah, dengan masker medis berhamburan keluar dari kendaraan dan berserakan di jalan. []
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic