Gaza, MINA – Sedikitnya sembilan warga Palestina syahid dan 15 lainnya mengalami luka-luka setelah serangan udara Israel menghantam empat apartemen hunian di Kota Gaza pada Kamis (4/6) dini hari, menambah daftar korban sipil di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang masih berlangsung.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, lima korban syahid berasal dari satu keluarga setelah sebuah apartemen milik keluarga Labad di kawasan barat laut Kota Gaza menjadi sasaran serangan. Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun dilaporkan selamat dari serangan tersebut meski mengalami luka-luka.
Sementara itu, dua warga Palestina lainnya syahid akibat pemboman yang menghantam apartemen keluarga Ghoul di lingkungan Sheikh Radwan. Wafa melaporkan.
Serangan juga dilaporkan menyasar sebuah apartemen di kawasan Tel al-Hawa dan satu unit hunian milik keluarga Muhanna di Kamp Pengungsi Shati, yang menyebabkan kerusakan luas pada bangunan sipil.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Gelombang serangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah dua warga Palestina syahid dan empat lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak Israel di Kamp Pengungsi Al-Maghazi, Jalur Gaza bagian tengah.
Insiden tersebut menunjukkan bahwa aksi militer Israel terus berlangsung meskipun terdapat kesepakatan penghentian tembak-menembak yang dimediasi pihak internasional.
Data Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan jumlah korban syahid sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023 telah mencapai lebih dari 72.900 orang, sementara lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka.
Selain itu, lebih dari 9.000 warga Palestina dilaporkan masih hilang dan diduga berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur akibat pemboman berulang.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Berbagai lembaga kemanusiaan internasional terus memperingatkan memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. Serangan terhadap kawasan permukiman padat penduduk, kamp pengungsi, serta infrastruktur sipil memperbesar risiko krisis kemanusiaan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic