Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesama Yahudi Rusuh, 10 Petugas Polisi Israel Luka di Al-Quds

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 19 Desember 2025 - 06:57 WIB

Jumat, 19 Desember 2025 - 06:57 WIB

16 Views ㅤ

Polisi Israel dalam jumlah besar di Al-Quds (Yerusalem Timur) yang diduduki mengendalikan massa Yahudi Ultra-ortodoks (Haredi) yang menggelar aksi protes menolak wajib militer. (Gambar: Ahad TV)

Al-Quds, MINA – Kelompok ultra-Ortodoks (Haredi) di Al-Quds (Yerusalem Timur) bentrok dengan polisi Yahudi Israel pada Kamis (18/12), Al Mayadeen melaporkan.

Dilaporkan bahwa 10 petugas polisi Israel terluka selama kerusuhan yang dimulai dari operasi penegakan parkir rutin, ketika polisi Israel mengidentifikasi dan mencoba menangkap beberapa pemuda Haredi yang dicurigai menghindari wajib militer. Tindakan tersebut memicu bentrokan kekerasan dengan warga sipil yang cepat meningkat menjadi kerusuhan.

Menurut laporan polisi dan media Israel, para perusuh melemparkan batu, membalikkan kendaraan, merusak mobil polisi dan properti di dekatnya, serta melemparkan tempat sampah ke arah petugas.

Pasukan tambahan dari unit polisi lain dikirim ke lokasi kejadian, tetapi juga diserang.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Polisi pendudukan mengatakan, empat orang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam kekerasan tersebut. Polisi mengatakan bahwa operasi pengendalian massa sedang berlangsung dan memperingatkan konsekuensi hukum.

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menggambarkan bentrokan tersebut sebagai “kerusuhan oleh para penghindar wajib militer.”

Mantan menteri keamanan Israel, Avigdor Lieberman, juga ikut berkomentar, dengan mengatakan bahwa “para penghindar wajib militer menyerang polisi di Yerusalem karena kepemimpinan pemerintah berada di bawah kendali Haredi.” []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Rekomendasi untuk Anda