Bogor, MINA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Bogor menggelar seminar internasional bertajuk “Menggugat Negara Israel” pada Ahad (24/5).
Seminar ini menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Pembina Utama Aqsa Working Group (AWG) Imaam Yakhsyallah Mansur, Dosen STAI Al-Fatah Wahyudi KS, Ketua AWG M Anshorullah, serta Direktur Yayasan Persahabatan dan Studi Peradaban (YPSP), Ahed Abu Al-Atta.
Ketua STAI Al-Fatah Wawan Hermawansyah mengatakan, kampus memiliki peran penting sebagai pusat kajian ilmiah terhadap berbagai peristiwa dunia, termasuk isu Palestina.
“Kami berharap semua kampus dapat menjadi titik sentral dalam merespons berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, khususnya Palestina, melalui kajian-kajian ilmiah,” ujarnya.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ia menilai, hingga saat ini masih sedikit perguruan tinggi yang secara aktif dan masif mengangkat isu Palestina melalui kegiatan akademik seperti seminar dan bedah buku.
“Masih ada beberapa kampus yang melakukan kegiatan bedah buku dan kajian Palestina, tetapi belum maksimal. Respons dunia kampus terhadap peristiwa di Palestina juga masih sangat terbatas,” katanya.
Wawan berharap kegiatan yang diselenggarakan STAI Al-Fatah dapat menjadi pemicu bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk ikut menghadirkan kajian ilmiah terkait Palestina.
“Mudah-mudahan ini menjadi snowball effect yang menular ke dunia akademik lainnya untuk membuka lebih banyak kajian ilmiah mengenai berbagai kejadian di Palestina,” tambahnya.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Ia menegaskan, STAI Al-Fatah akan terus mengadakan kegiatan serupa serta mendorong diseminasi hasil kajian ilmiah kepada publik agar semakin banyak masyarakat memahami persoalan Palestina secara akademis dan objektif.
















Mina Indonesia
Mina Arabic