Beirut, MINA – Dalam pembicaraan selama dua hari penuh, delegasi Suriah dan Lebanon sepakat membentuk koordinasi total di sepanjang perbatasan kedua negara.
Kedua negara sepakat menjadikan agenda tersebut sebagai pernyataan perang terhadap jaringan penyelundupan senjata, narkoba, dan bahan bakar ilegal yang selama puluhan tahun menjadi masalah krusial bagi kedua negara. Arab News melaporkan, Kamis (13/8).
Kesepakatan bersejarah tesebut lahir dari tekanan diplomatik luar biasa yang difasilitasi oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi dengan dukungan penuh dari Uni Eropa.
Para pejabat kedua negara membahas setiap celah keamanan, dan menyusun strategi terhadap aktivitas illegal lintas batas yang selama ini mengganggu stabilitas Kawasan.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Kedua negara menyepakati adanya sistem elektronik terintegrasi antara otoritas bea cukai Suriah dan Lebanon yang akan mendeteksi setiap gerak curiga di pos perbatasan.
Suriah-Lebanon juga sepakat mempermudah pergerakan pelancong dan barang melalui pos resmi.
Pembicaraan ini terjadi sehari setelah Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan Al-Shaibani dan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menggelar pertemuan puncak tentang penguatan kerja sama bilateral.
Perbatasan sepanjang 375 kilometer yang selama ini menjadi jalur penyelundupan kini akan berubah setelah adanya koordinasi kelembagaan dan berbagi informasi intelijen keduanya.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Ini adalah babak baru hubungan Suriah-Lebanon sebagai negara yang bertetangga guna meningkatkan stabilitas perbatasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic