Tel Aviv, MINA – Dua survei terakhir menjelang pemilu parlemen Israel memproyeksikan blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot unggul tipis atas blok Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Jajak pendapat yang dirilis penyiar publik KAN dan Channel 12 pada Jumat (23/10) itu menempatkan kubu Eisenkot di 52 kursi Knesset, sedangkan blok Netanyahu di 50 kursi.
Menurut kedua survei, Partai Yashar pimpinan Eisenkot diproyeksikan meraih 22 kursi, disusul Likud pimpinan Netanyahu dengan 20 kursi. Partai Together yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett berada di posisi ketiga dengan 14 kursi.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Sementara dalam survei yang dirilis media KAN, perolehan blok Netanyahu turun satu kursi dari pekan sebelumnya, sementara partai Bennett naik dua kursi.
Tidak ada blok yang diproyeksikan mencapai 61 kursi, batas mayoritas di parlemen Israel yang beranggotakan 120 kursi. Dalam survei Channel 12, partai-partai Arab diperkirakan meraih 14 kursi dan aliansi Hendel–Zelekha empat kursi. Hal ini membuat pembentukan pemerintahan pascapemilu berpotensi bergantung pada koalisi yang rumit.
Survei KAN juga mencatat Netanyahu dan Bennett sama-sama memperoleh dukungan 38 persen untuk calon perdana menteri paling layak. Dalam simulasi terpisah, Eisenkot meraih 44 persen melawan Netanyahu yang mendapat 38 persen. Sebanyak 36 persen pemilih belum menentukan pilihan, naik dari 30 persen pada survei sebelumnya.
Kedua survei tersebut merupakan yang terakhir yang boleh dipublikasikan, karena hukum Israel melarang penyiaran hasil jajak pendapat sejak akhir Jumat sebelum hari pemungutan suara.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Pemilu dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10) dan menjadi yang pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sehari sebelumnya, Netanyahu menyebut bantuan militer AS untuk Israel tinggal menunggu waktu berakhir. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic