Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tepi Barat Dibayangi Pembersihan Etnis, Guterres Soroti Ulah Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 23 September 2026 - 08:13 WIB

Rabu, 23 September 2026 - 08:13 WIB

16 Views ㅤ

Sekjen PBB Antonio Guterres. (Gambar: dok. CBI)

New York, MINA — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa kekerasan, pemindahan paksa warga Palestina, dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki meningkatkan risiko pembersihan etnis.

Pernyataan itu disampaikan Guterres saat membuka Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Selasa (22/9).

Guterres mengatakan perkembangan tersebut semakin merusak peluang perdamaian dan mengancam keberlangsungan solusi dua negara. Ia menyerukan agar masyarakat internasional tidak membiarkan solusi dua negara hilang di tengah konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah.

Dalam laporan terbarunya, PBB mencatat kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat sepanjang 2026. Laporan yang mencakup periode hingga Juni itu menyebut terdapat enam serangan pemukim setiap hari yang menimbulkan korban, kerusakan properti, atau keduanya, dengan kekerasan tersebut menjadi salah satu pendorong utama perpindahan warga Palestina.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

PBB juga melaporkan sembilan komunitas Palestina telah kehilangan seluruh penduduknya akibat kekerasan pemukim dalam periode 14 Maret hingga 22 April 2026. Dengan demikian, jumlah komunitas yang sepenuhnya mengalami pengusiran dalam kondisi serupa sejak Januari 2023 mencapai 45 komunitas.

Sementara itu, laporan Kantor HAM PBB pada September menyebut lebih dari 33.000 warga Palestina telah dipindahkan dari kamp pengungsi Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm dalam operasi militer Israel.

PBB menyatakan penghancuran rumah dan infrastruktur serta larangan bagi warga untuk kembali menimbulkan kekhawatiran serius terkait pemindahan paksa.

Guterres menegaskan semua pihak harus mematuhi hukum internasional dan menghentikan kekerasan. Ia juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat mengalir serta proses de-eskalasi dan dialog diperkuat untuk menjaga peluang tercapainya perdamaian di kawasan. []

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda