Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terjadi Lagi, KA Argo Bromo Tabrak Avanza di Perlintasan Tanpa Palang, 4 Tewas

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 1 Mei 2026 - 18:43 WIB

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:43 WIB

94 Views ㅤ

Kereta api melaju di perlintasan sebidang (Foto: Istimewa)

Grobogan, MINA – Kecelakaan maut terjadi ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak sebuah mobil minibus di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5) dini hari, mengakibatkan empat orang meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.52 WIB di kilometer 52+800, jalur antara Stasiun Panunggalan dan Kradenan. Kereta api relasi Gambir–Surabaya Pasarturi itu melaju dari arah timur ke barat saat sebuah mobil Toyota Avanza melintas di jalur rel.

Dalam waktu bersamaan, tabrakan tak terhindarkan sehingga kendaraan tersebut terseret dan mengalami kerusakan parah.

Berdasarkan keterangan pihak perkeretaapian dan kepolisian, mobil tersebut diduga tidak memperhatikan kondisi sekitar saat melintasi perlintasan tanpa penjagaan.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Akibatnya, kendaraan yang mengangkut sejumlah penumpang itu langsung dihantam kereta yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi.

Empat penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Korban diketahui merupakan rombongan warga yang tengah melakukan perjalanan pada dini hari, termasuk pengantar jamaah haji.

Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak dilengkapi palang pintu.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

KAI menegaskan bahwa kereta api memiliki prioritas utama di jalur rel, sehingga pengguna jalan wajib berhenti dan memastikan kondisi aman sebelum melintas.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan sebidang di Indonesia. Data menunjukkan, perlintasan tanpa penjagaan masih menjadi titik rawan kecelakaan, terutama di wilayah pedesaan.

Sebelumnya, kecelakaan juga melibatkan KA Argo Bromo Anggrek pada April 2026 di Bekasi Timur, yang memicu perhatian serius terhadap aspek keselamatan perkeretaapian nasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA