Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Thailand Minta Iran Izinkan Delapan Kapalnya Lewati Selat Hormuz dengan Aman

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 17 Mei 2026 - 03:46 WIB

Ahad, 17 Mei 2026 - 03:46 WIB

27 Views ㅤ

Ilustrasi: Jalur perairan internasional Selat Hormuz. (Foto: Adda247)

New Delhi, MINA – Thailand meminta Iran untuk mengizinkan delapan kapal berbendera Thailand yang terdampar di kedua ujung Selat Hormuz untuk berlayar dengan aman.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di sela-sela pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi pada Kamis (14/5), menurut situs berita Thai Enquirer.

Sihasak, selama diskusi informal dengan Araghchi, menyatakan keprihatinan atas konflik Timur Tengah dan konsekuensi ekonomi globalnya, khususnya pembatasan navigasi yang diberlakukan di Selat Hormuz di mana banyak kapal dari berbagai negara terdampar.

Menurut situs web tersebut, Araghchi, sebagai tanggapan, mengatakan bahwa ia memahami kekhawatiran Pemerintah Bangkok dan kebutuhan untuk membuka kembali jalur pelayaran vital ini.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Ia juga menyatakan optimisme blokade akan dicabut setelah kesepakatan damai tercapai antara Iran dan AS.

Sihasak mengatakan kepada rekan sejawatnya dari Iran bahwa Thailand akan segera memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk obat-obatan dan perlengkapan medis, kepada Iran melalui Oman.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. []

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda