Jakarta, MINA – Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon kembali menjadi korban ledakan di fasilitas PBB di wilayah selatan Lebanon, Jumat (3/4). Dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.
Insiden tersebut terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse, yang merupakan bagian dari area operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel pada Jumat (3/4) menyatakan para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Hingga saat ini, penyebab ledakan masih belum diketahui. Pihak UNIFIL menyebut situasi keamanan di wilayah tersebut semakin memburuk dan mengingatkan semua pihak untuk tidak melakukan aktivitas tempur di sekitar area penugasan pasukan penjaga perdamaian.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia memastikan bahwa korban dalam insiden tersebut merupakan prajurit berkewarganegaraan Indonesia. Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi kontingen Garuda dalam menjalankan mandat internasional menjaga stabilitas kawasan konflik.
Sebelumnya, Indonesia juga tengah berduka setelah tiga prajurit TNI gugur dalam rangkaian insiden terpisah di Lebanon dalam sepekan terakhir. Mereka tewas akibat serangan artileri dan serangan terhadap konvoi yang dikawal, menunjukkan meningkatnya ancaman terhadap pasukan perdamaian di wilayah tersebut.
Eskalasi konflik di Lebanon selatan yang melibatkan Israel dan kelompok Hizbullah sejak awal Maret 2026 telah memperburuk kondisi keamanan. Situasi ini tidak hanya memicu korban sipil, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian PBB, termasuk kontingen Indonesia yang berada di garis depan misi internasional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic