Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Pendidikan Texas Hapus Kontribusi Islam dalam Kurikulum, Perluas Sejarah Israel

Arina Islami Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 20 September 2026 - 04:30 WIB

Ahad, 20 September 2026 - 04:30 WIB

36 Views ㅤ

Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas, AS. (cbsaustin)
Austin, MINA – Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas, AS menghapus persyaratan pengajaran mengenai kontribusi Islam terhadap aljabar dan astronomi dari kurikulum studi sosial negara bagian, seiring dengan perluasan materi instruksi tentang “sejarah Israel”.
Mengutip laporan The Texas Tribune, kebijakan tersebut diambil di tengah proses revisi kurikulum studi sosial yang diajarkan kepada siswa sekolah menengah, yang kemudian memicu kritik dari kalangan pelajar, pendidik, dan para ahli sejarah.
Para penasihat dan peneliti yang ditunjuk oleh dewan mengeklaim bahwa deskripsi mengenai peradaban Islam “tidak tahan terhadap pengujian historis dan tidak didasarkan pada sumber yang andal.”
Perubahan ini menimbulkan kekhawatiran atas dampak penyajian sejarah melalui lensa agama atau politik yang selektif.
Para kritikus berpendapat bahwa pengurangan perhatian terhadap kontribusi Muslim—serta perluasan materi yang menonjolkan narasi agama atau politik tertentu—berisiko memberikan pemahaman sejarah dunia yang tidak utuh kepada para siswa.
Langkah ini dinilai dapat mengaburkan peran penting para ilmuwan Muslim dalam pengembangan sains, matematika, dan astronomi.
Menanggapi hal tersebut, cabang Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) di Texas menyatakan dalam sebuah pernyataan resmi bahwa dewan pendidikan telah mengubah ruang kelas menjadi tempat di mana “bias diajarkan sebagai fakta, dan seluruh komunitas dihapus dari sejarah mereka sendiri.”
“Ini bukan masalah yang hanya menyangkut umat Islam saja, melainkan masalah yang menyangkut Texas secara keseluruhan, karena dewan yang dapat melakukan hal ini kepada satu komunitas dapat melakukannya kepada komunitas mana pun di kemudian hari,” demikian pernyataan dewan tersebut.
Kritik ini muncul di tengah perubahan yang lebih luas pada standar studi sosial Texas, di saat kurikulum baru memberikan penekanan yang jauh lebih besar pada agama Kristen dan materi Alkitab.
Sebaliknya, porsi pembahasan mengenai Islam justru difokuskan secara berat pada konflik sejarah dan kekerasan.
Para pengamat memperingatkan bahwa pendekatan semacam itu dapat memicu persepsi yang terdistorsi terhadap Islam dan komunitas keagamaan lainnya, terutama ketika siswa disajikan episode sejarah secara selektif tanpa konteks yang memadai.
Para sarjana studi agama turut berargumen bahwa revisi standar tersebut berisiko mengistimewakan satu tradisi keagamaan sambil menyajikan perlakuan yang jauh lebih sempit terhadap tradisi lainnya.
Meskipun menuai banyak penolakan dan keberatan, mayoritas anggota dewan dari Partai Republik tetap menyetujui revisi tersebut.
Rencananya, sekolah-sekolah di Texas akan mulai menerapkan kurikulum baru ini secara bertahap pada tahun ajaran 2030-2031.
Sebelumnya, surat kabar The New York Times melaporkan bahwa para politisi dan ahli strategi Partai Republik di Texas telah mengintensifkan retorika anti-Muslim sebagai sarana untuk memobilisasi basis elektoral mereka, menyusul beberapa siklus pemilu ketika isu imigrasi dan perbatasan menjadi fokus utama para pemilih. []
Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia