Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dijalin Washington dengan pihak lain harus sesuai dengan kepentingan dan tuntutan Amerika.
Sikap tersebut terlihat dalam berbagai negosiasi internasional yang belakangan digencarkan pemerintahannya, mulai dari isu perdagangan hingga pembicaraan terkait konflik dan program nuklir Iran.
Dalam sejumlah pernyataan terbaru, Trump menekankan bahwa kesepakatan hanya akan diterima jika memberikan keuntungan yang dianggap sepadan bagi AS. Al-Jazeera melaporkan, Senin (1/6).
Ia bahkan memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu konsekuensi yang lebih besar. Pendekatan itu dinilai mencerminkan gaya diplomasi “tekanan maksimum” yang menjadi ciri khas Trump sejak masa jabatan pertamanya.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Sikap keras tersebut juga terlihat dalam negosiasi antara Washington dan Tehran. Trump dilaporkan mengirim revisi proposal baru kepada Iran dengan sejumlah syarat yang lebih ketat dibanding rancangan sebelumnya.
Perubahan itu disebut dilakukan setelah Gedung Putih menilai beberapa poin dalam proposal lama terlalu menguntungkan Iran, termasuk terkait kemungkinan pencairan aset yang selama ini dibekukan.
Selain terhadap Iran, Trump juga menerapkan pendekatan serupa dalam hubungan dagang dengan Uni Eropa. Pemerintah AS memberikan tenggat waktu kepada Brussels untuk melaksanakan komitmen perdagangan yang telah disepakati.
Trump mengancam akan menaikkan tarif impor apabila Uni Eropa tidak memenuhi kewajibannya sesuai jadwal yang ditetapkan Washington.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, kebijakan luar negeri Trump diperkirakan akan terus berfokus pada kesepakatan yang memberikan keuntungan langsung bagi kepentingan nasional AS.
Pendekatan itu menjadi bagian dari agenda “America First” yang kembali diusung Gedung Putih, sekaligus menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika hubungan Amerika dengan sekutu maupun rivalnya dalam beberapa tahun ke depan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic