Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Jumat (19/12) tercatat mengalami sedikit perbaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan pemantauan terbaru, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI⁺ US) di Ibu Kota berada di angka 54, yang masuk dalam kategori sedang.
Capaian tersebut menunjukkan penurunan cukup signifikan dari kondisi sebelumnya yang sempat berada pada kisaran 100 hingga 150 AQI, atau tergolong tidak sehat bagi kelompok sensitif. Meski mengalami perbaikan, kualitas udara pada level sedang masih berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan.
Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Dalam kondisi kualitas udara sedang, paparan udara luar dalam jangka waktu lama tetap berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, seperti iritasi saluran pernapasan, batuk, hingga sesak napas.
Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pembatasan aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam-jam tertentu ketika tingkat polusi cenderung meningkat, dinilai penting untuk dilakukan. Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi langkah preventif yang dianjurkan guna meminimalkan risiko dampak buruk polusi udara.
Baca Juga: UI Pastikan Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual Verbal Berjalan Komprehensif
Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan terus berperan aktif dalam menjaga kualitas lingkungan, agar perbaikan kualitas udara di Jakarta dapat berlangsung secara berkelanjutan demi kesehatan bersama. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hujan Guyur Seluruh Wilayah Jakarta, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
















Mina Indonesia
Mina Arabic