Abu Dhabi, MINA – International Astronomical Center (IAC) yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, telah mengembangkan perangkat lunak baru berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Hilal. Alat ini dirancang untuk memotret hilal (bulan sabit muda) yang sangat tipis yang posisinya berdekatan dengan matahari, bahkan pada siang hari.
Dilansir dari The Islamic Information pada Kamis (17/9), IAC adalah pusat ilmiah yang berbasis di Abu Dhabi yang berfokus pada penelitian dan kegiatan edukasi astronomi. Pusat ini mengelola Islamic Crescents’ Observation Project (ICOP), yang melacak dan mendokumentasikan laporan pemantauan hilal dari para anggotanya di seluruh dunia.
Hilal menggunakan algoritma cerdas untuk memindai lengkungan hilal secara otomatis berdasarkan perkiraan posisi, ukuran, dan arahnya, serta memberikan skor tingkat keyakinan untuk setiap deteksi. Perangkat lunak ini juga melakukan koreksi terhadap pergerakan bulan selama proses pengambilan gambar dan mengatur pencahayaan (eksposur) kamera secara mandiri.
Perangkat lunak ini telah terbukti kinerjanya. Alat ini berhasil memotret hilal bulan Rabiul Akhir saat posisinya hanya berjarak 4,8 derajat dari matahari.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
IAC berharap Hilal dapat membantu mendokumentasikan pengamatan hilal secara ilmiah dan mempelajari seberapa tipis hilal yang masih dapat dipotret, khususnya dalam situasi di mana metode tradisional tidak mampu menangkapnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
















Mina Indonesia
Mina Arabic