Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UNICEF: Satu Anak Palestina di Tepi Barat Tewas Setiap Pekan Sejak Awal 2025

sri astuti Editor : Arif R - Rabu, 13 Mei 2026 - 10:18 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:18 WIB

66 Views ㅤ

Warga dan kerabat menggelar upacara pemakaman untuk anak Palestina berusia 12 tahun, Mohammad al-Alaami, yang ditembak tentara Israel di dekat kota Beit Ummar, Hebron, Tepi Barat pada 29 Juli 2021. (Foto: Mamoun Wazwaz/Anadolu Agency)

Jenewa, MINA – UNICEF memperingatkan pada Selasa (12/5) tentang peningkatan berbahaya dalam penargetan anak-anak Palestina di Tepi Barat yang diduduki, dengan mengatakan rata-rata satu anak Palestina tewas setiap pekan sejak awal 2025 di tengah operasi militer Israel dan meningkatnya kekerasan pemukim.

Berbicara dalam konferensi pers di Jenewa, Juru Bicara UNICEF James Elder mengatakan setidaknya 70 anak Palestina telah tewas di Tepi Barat, termasuk Yerusalem yang diduduki, sejak Januari. Palinfo melaporkan.

Elder menambahkan bahwa sekitar 93% dari anak-anak tersebut tewas oleh pasukan Israel, mencatat bahwa “sebagian besar korban ditembak dengan peluru tajam”, sementara lebih dari 850 anak terluka selama periode yang sama.

Ia mengatakan anak-anak membayar harga yang tak tertahankan karena meningkatnya serangan dan penggerebekan militer di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem yang diduduki.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

UNICEF menyerukan kepada otoritas Israel untuk mengambil tindakan segera dan tegas guna mencegah pembunuhan dan penganiayaan terhadap lebih banyak anak-anak Palestina, mendesak perlindungan bagi rumah, sekolah, dan infrastruktur air serta kepatuhan terhadap hukum internasional.

Organisasi PBB tersebut juga mendesak negara-negara berpengaruh untuk menekan Israel agar menghormati hukum internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap warga sipil Palestina.

Peringatan UNICEF ini muncul di tengah peningkatan serangan militer dan pemukim Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Tepi Barat sejak dimulainya perang genosida di Gaza pada Oktober 2023, dengan pasukan Israel mengintensifkan serangan dan operasi militer, terutama di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara.

Pada Januari 2025, militer Israel melancarkan operasi skala besar yang menargetkan kamp-kamp pengungsi Palestina, khususnya di Jenin, Tulkarem, dan Nur Shams, disertai dengan pembongkaran besar-besaran, penggunaan buldoser, dan pengusiran paksa puluhan ribu warga Palestina.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Menurut data yang diterbitkan oleh organisasi hak asasi manusia, serangan militer dan pemukim Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza telah menewaskan ratusan warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak, sementara ribuan lainnya terluka dan menjadi sasaran penangkapan massal di tengah perluasan pemukiman yang terus berlanjut dan pendirian pos-pos baru di bawah perlindungan militer Israel. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda