Al-Khalil, MINA – Wali Kota al-Khalil Yousef al-Jaabari menolak klaim kedaulatan yang disampaikan Menteri Israel sayap kanan ekstrem, Bezalel Smotrich atas kota tersebut dan Masjid Ibrahimi.
Dalam pernyataan pada Kamis (10/9), Wali Kota al-Jaabari menegaskan, All-Khalil atau Hebron adalah kota yang secara inheren milik Palestina dan Masjid Ibrahimi adalah situs warisan keagamaan, budaya, dan sejarah yang berakar kuat, yang identitasnya tidak dapat diubah atau dihilangkan oleh tindakan Israel.
“Al-Khalil milik rakyatnya, yang lahir di gang-gangnya, tinggal di lingkungannya, dan mewariskan sejarahnya dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Jaabari.
Pernyataan wali kota ini merupakan respons terhadap pernyataan terbaru Smotrich di dalam Masjid Ibrahimi, setelah selesainya proyek yang memberatkan atap pelataran kompleks tersebut dan mengubah ciri sejarah serta budayanya.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Rezim pendudukan Israel sebelumnya telah mencabut kewenangan administratif Pemerintah Kota al-Khalil atas Masjid Ibrahimi, mengalihkan otoritas atas situs suci Islam tersebut kepada administrasi sipil militer dan kelompok pemukim.
Berbicara dari lokasi tersebut, Smotrich mengklaim bahwa Masjid Ibrahimi adalah properti kedaulatan pertama bangsa Yahudi dan menambahkan bahwa Kota al-Khalil akan menjadi Yahudi selamanya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic